Defisit, FSC Gagal Digelar

0
214
Kapal hias peserta Festival Sungai Carang (FSC) beberapa tahun lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

Festival Sungai Carang (FSC) gagal digelar tahun ini. Gagalnya agenda tahunan Pemprov ini akibat defisit anggaran yang dialami Pemprov Kepri. Tahun ini, Pemprov mengalami defisit Rp350 miliar.

TANJUNGPINANG – Biasanya, FSC mulai digelar dengan berbagai lomba di bulan Oktober. Kalau jadi digelar tahun ini maka tahun keenam FSC digelar. Ide awal digelarnya FSC dari Rida K Liamsi (RDK). Bertujuan, untuk membangkitkan kembali sejarah Sungai Carang. Sungai Carang adalah sumber kehidupan dan peradaban Kepri di zaman lampau.

Dari sungai inilah kelompok berkembang menjadi kampung, negeri dan bandar yang riuh ramai. Lalu meredup dan nyaris dilupakan umat. Sungai Carang adalah tapak dan jejak sejarah Melayu. Setelah digelar FSC lalu, daerah ini kembali ramai dikunjungi. Dulunya, Sungai Carang tempat bandar yang ramai. Bandar itu kemudian lebih dikenal dengan sebutan Bandar Riau karena riuh. Saking ramainya Bandar Riau hampir menyaingi Bandar Malaka Malaysia, yang pada waktu itu sudah dikuasai Portugis.

Sungai Carang sendiri adalah akses perang yang penting dalam sejarah kebesaran Kerajaan Melayu. Peran Sungai Carang harus diingat dan dikenang selalu oleh masyarakat Kepri. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kepri masyarakat Tanjungpinang dan sekitarnya yang sudah menanti pertunjukkan FSC yang biasa digelar di pantai Tanjungpinang, untuk tahun ini tidak jadi digelar. ”Minim anggaran. FSC gagal digelar tahun ini,” kata Buralimar kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (22/8) kemarin.

Buralimar menuturkan, bahwa sebagai pengganti FSC ini, Pemprov Kepri sudah menyiapkan event lomba Jet Ski. Lomba jet ski ini akan digelar Tepi Laut Tanjungpinang. Pemprov juga tidak mengadakan lomba lomba drumband tingkat pelajar se-Kepri, seperti tahun sebelumnya.

Menurutnya, berbeda dengan Festival Bahari Kepri (FBK), untuk FBK masih tetap dilakukan, hanya saja ada beberapa item pertunjukkan dihapus. Seperti seremoni event, di hapus atau bisa saja nanti tidak jadi diganti, karena dibantu Pemko Tanjungpinang. ”FBK masih kita lakukan, namun tidak ada parade misalnya pawai budaya,” jelasnya.

Masi kata Buralimar, tidak digelarnya FSC, lomba drumband, karena anggaran yang sangat minim. Sehingga beberapa item acara ada yang di evaluasi. ”Seperti FSC tidak digelar tahun ini, tapi Pemprov akan menganggarkan di tahun 2019 lagi. Kita upayakan digelar lagi,” janji Buralimar. (SUHARDI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here