Delapan Instansi Menyatu Layani Calon TKI

0
656
Kantor pelayanan: : Kantor pelayanan Satu Atap di Batamcenter yang sudah mulai difungsikan. f-istimewa

Pelayanan Batam Makin Mengarah ke Satu Pintu

Pelayanan kepada masyarakat di Batam makin hari makin dipermudah. Jika ratusan perizinan akan dilakukan di satu tempat di Mal Pelayanan Publik (MPP), maka sedikitnya delapan instansi akan menyatu menjadi satu pintu melayani pengurusan dokumen calon TKI.

BATAM – PENGURUSAN dokumen itu akan terintegrasi dalam pelayanan satu atap dan satu pintu yang melibatkan instansi terkait. Sehingga memudahkan pelayanan bagi calon TKI.

Pelayanan terpadu diberikan di Gedung Layanan Terpadu Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan TKI (LTSP P2TKI) yang beralamat di Komplek Ruko The Central Super Block Imperium Blok A 31 32. Sebagaimana disampaikan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Rabu (20/12), instansi yang bergabung dalam pelayanan itu adalah Disnaker, Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), Imigrasi, Disdukcapil, Dinas Kesehatan, Kepolisian, RSUD dan BPJS Ketenagakerjaan.

”Dengan berdirinya kantor ini, bentuk komitmen bersama dalam memberikan pelayanan kepada calon TKI,” katanya.

Diingatkannya, TKI merupakan pahlawan devisa yang telah memberikan kontribusi kepada negara. Sehingga, persoalan yang dialami oleh TKI harus dipikirkan bersama. Dia menyinggung persoalan TKI, saat pemulangan 5 ribu orang TKI pada tahun 2016 lalu dan kapal TKI yang tenggelam pada tahun 2017.

”Pemko Batam mendukung dan bekerjasama dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat khususnya calon TKI. TKI atau pekerja migran ini adalah penyumbang devisa Negara oleh karena itu merupakan kewajiban Negara untuk dapat menjamin kesejahteraan TKI dan keluarganya,” ungkapnya.

Menurutnya, pelayanan satu pintu ini merupakan jawaban permasalahan kompleks permasalahan TKI. Letak Batam yang strategis dan sebagai pintu masuk kehadiran LTSP P2TKI memang sangat diperlukan.

Diharapkan, langkah yang diambil oleh Negara dengan mendirikan LTSP P2TKI dapat menyelesaikan masalah sosial kemasyarakatan yang ada.

”LTSP P2TKI ini merupakan perizinan satu pintu yang ke dua. Pemko Batam juga membuka Mal Pelayanan Publik (MPP) yang melayani 416 perizinan dari 30 intansi vertikal dan 5 perbankan,” katanya.

Sementara Ketua Panitia soft launching LTSP P2TKI, Cakra ?mengatakan, berdirinya LTSP P2TKI Batam merupakan wujud komitmen pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam tata kelola TKI.

Berdirinya LTSP-P2TKI Batam diawali dengan penandatanganan komitmen bersama di Batam pada 31 Agustus 2016 antara Gubernur Provinsi Kepri, Wali Kota Batam, Wali Kota Tanjungpinang serta instansi pusat dan daerah.

”LTSP P2TKI merupakan salah satu upaya dan langkah dalam menghentikan TKI non prosedural dan tindak pidana perdaganganan orang (TPPO),” jelasnya.

Diharapkan, melalui pelayanan di LTSP P2TKI proses dokumen TKI akan jauh lebih singkat, aman, professional, transparan serta hemat biaya. ”Semoga ini menjadi awal yang baik kita dalam melakukan tugas dan tanggungjawab dalam memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat terutama TKI,” ungkap Cakra.

Kepala BP3TKI Tanjungpinang, Kombespol, Ahmad Ramadhan berharap, kantor pelayanan itu akan memberikan kemudahan, kepastian dan pelayanan kepada TKI.

”Selama ini pengurusan dokumen calon TKI memakan biaya, tidak transparan, melalui calo sehingga banyak calon TKI yang memilih cara ilegal,” ujar Ahmad.

Pemerintah menurutnya terus meningkatkan pelayanan kepada Calon TKI sebagai pahlawan devisa. Salah satunya dengan telah diundangkannya UU Perlindungan Tenaga Migran Indonesia. Diharapkan dengan adanya undang-undang ini dapat melindungan tenaga kerja yang ada di luar negeri.

”Sistem pengurusan di LTSP P2TK| terintegrasi non tunai dan sistem online. Jadi kalu ada kesalahan pada SKCK atau identitas calon TKI tidak perlu pulang ke daerah asalnya, cukup memperbaiki di sini saja karena untuk SKCK bisa online begitu juga di Disdukcapil,” sebutnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here