Demo Nelayan di Mako Lantamal IV Rusuh

0
750
demo rusuh: Lantamal IV Tanjungpiang menggelar simulasi antispasi demo rusuh di depan Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Selasa (25/7). f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Aksi unjuk rasa dari sekelompok masyarakat di depan Mako Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal IV) Tanjungpinang berujung rusuh, Selasa (25/7). Aparat terpaksa melumpuhkan sejumlah pedemo yang berbuat anarkis. Pedemo mendatangi Mako Lantamal IV menuntut agar beberapa nelayan tradisional terlibat penangkapan ikan dengan bahan peledak ditahan pihak Lantamal IV, agar bisa dilepaskan.

Awalnya, massa yang melakukan demo berjumlah puluhan orang saja, pukul 11.00. Mereka langsung mau masuk ke dalam Lantamal, tapi dicegat petugas jaga pos masuk. Pedemo menanyakan keberadaan kawan-kawan yang telah di tahan. Perwira jaga di pos penjagaan, sempat melakukan negosiasi dan mempersilahkan perwakilan pedemo masuk ke kantor untuk berdialog secara baik-baik.Namun, sekitar pukul 12.30 gelombang massa bertambah. Massa menggunakan beberapa bus ikut bergabung dengan kawan-kawanya sudah duluan datang.

Prajurit yang berada di penjagaan sempat dibuat kalang kabut. Aksi massa yang dipimpin Amir Hamza (ketua kelompok nelayan) dengan membawa berbagai tulisan di spanduk yang bernada provokatif dan kecaman. Aksi demo ini juga membuat jalan di depan Mako Lantamal IV macet. Warga yang melintas, turun dari kendaraanya, melihat aksi demo tersebut. Beberapa prajurit TNI AL Lantamal IV sempat terpancing dengan ulah pedemo yang memecahkan pot bunga yang berjejer di depan penjagaan.

Selain itu, beberapa rambu-rambu lalulintas sempat dirobohkan pedemo. Aksi ini masih bisa ditenangkan oleh perwira jaga. Tidak hanya disitu saja, situasi berubah menjadi semakin tidak terkendali dan anarkis, setelah pedemo mendapat informasi yang beredar di media sosial. Kalau rekanya yang ditahan disiksa oleh petugas TNI dan mengalami kekerasan fisik.

Massapun tidak mengindakan imbauan aparat lewat pengeras suara. Bahkan massa kian brutal melempar aparat dengan batu. Bahkan pot bunga yang tertata rapi di depan penjagaan tidak luput dari pelampiasan emosi para pedemo. Mereka menggulingkannya bahkan sebagian besar pecah dan melempari petugas. Berbagai upaya sudah dilakukan TNI Angkatan Laut, namun menemui jalan buntuh. Pedemo terus melakukukan aksi brutal. Akibatnya, satu prajurit TNI AL yang bernama Kelasi Kepala Iwan Heriawan disandera pedemo.

Pedemo merampas hape, dompet dan tas yang berisi dokumen oleh pedemo. Sedangkan sepeda motornya dirusak massa. Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, perwira jaga melaporkan kepada Dandenma Lantamal IV Letkol Laut (P) Rahmat Arif dan melalui Pasop Denma. Ia memerintahkan untuk menurunkan Kompi Pasukan Hura Hara (PHH) Lantamal IV untuk penindakan. PHH juga dilengkapi dua ekor anjing pelacak K-9 dari Pomal Lantamal IV.
Pedemopun berhasil dipukul mundur oleh Kompi PHH Lantamal IV. Bahkan beberapa pedemo lari ke area pemakaman. Kemudian, beberapa pedemo yang berusaha menerobos barikade Kompi PHH ditangkap. Setelah digeledak, pedemo ada yang membawa senjata tajam.

Ada dua orang pedemo yang terkena peluru karet langsung di bawa ke RS AL Midiato Suratani, menggunakan Ambulan Dinas Kesehatan Lantamal IV.
Kepala Dispen Lantamal IV Mayor Laut Josdi Damopolii mengatakan, kejadian di atas tadi hnaya simulasi bukan kejadian asli. Demo itu, merupakan bagian dari skenario latihan yang di gelar Lantamal IV Tanjungpinang dalam uji terampil Glagaspur Kolatarmabar 2017 P-1 dan P-2 di Mako Lantamal IV Tanjungpinang. ”Ini untuk mengetahui dan menilai kesiapan pangkalan dalam menghadapi permasalahan yang berhubungan dengan tugas pokok Pangkalan,” ujarnya. (cr27)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here