Dendi Purnomo Terima Suap Rp25 Juta

0
904
EKSPOS: Kapolda Kepri Irjend Pol Sam Budigusdian saat mengekspos kasus OTT pejabat Pemko Batam di Mapolda Kepri, Selasa (24/10). f-istimewa/humas polda kepri

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemko Batam Terjaring OTT

Satu lagi pejabat Pemko Batam terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli Polda Kepri yakni Dendi Purnomo (DP), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemko Batam.

BATAM – DENDI ditangkap atas kasus suap perizinan di dinas yang dipimpinnya. Dendi ditangkap bersama pengusaha berinisial AM (58) Direktur PT Telaga Biru Semesta.

Keduanya ditangkap Subdit II Polda Kepri, Senin (23/10) sekitar pukul 14.00 WIB di kediaman Dendi Purnomo di Komplek Pengairan No.06 RT-RW/06-012, Sei Harapan, Sekupang.

Kapolda Kepri Irjend Sam Budigusdian mengatakan, Dendi Purnomo diamankan karena kasus suap perizinan tank cleaning.

Saat dihadapkan dengan wartawan pada jumpa pers, Selasa (24/10), Dendi terlihat menunduk.

Saat tertangkap, diamankan uang yang sudah diterima Dendi Purnomo sebesar Rp 25 juta. Selain itu ada uang Rp10 juta dalam dua amplop, masing-masing Rp 5 juta yang masih di tangan AM. Polisi juga menyita dua unit hape merek Samsung yang dijadikan sebagai barang bukti.

Baca Juga :  Besok, Guntur Dilantik Jadi Kabiro Komunikasi Kemenpar

”Uang Rp 25 juta sudah di tangan DP. Yang 10 juta masih ditangan AM. Tapi peruntukan dua amplop masih kita dalami,” beber Sam.

Dijelaskannya, Dendi tertangkap saat AM menyerahkan uang terkait perizinan di Dinas Lingkungan Hidup. Penangkapan dilakukan setelah aparat kepoisian mendapat informasi kedatangan AM untuk mengantarkan uang suap kepada Dendi terkait pengurusan izin dokumentasi tank cleaning.

AM sebagai Direktur PT Telaga Biru, merupakan pihak yang memenangkan lelang tank cleaning, sebesar Rp 4 miliar. AM sendiri sedang melakukan pengurusan dokumen atas tank cleaning. Untuk pengurusan dokumen tank cleaning, dibutuhkan tandatangan DP.

Sebelum penangkapan dilakukan, Dendi sudah diamati petugas beberapa hari. Setiap langkah Dendi diikuti Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri yang dipimpin Kasubdit III AKBP Aris Rusdianto.

Baca Juga :  Tiga Tersangka Baru Pungli di KSOP

Bahkan, saat Dendi pulang kampung ke Jawa Barat, polisi juga mengikutinya dari Batam dan kembali ke Batam satu pesawat.

Kapolda mengatakan, tujuan AM berita acara tank cleaning ditandatangani Dendi, namun DLH tidak melakukan pengawasan. Dari komunikasi lewat telepon, pertemuan disepakati di rumah Dendi.

”Pihak AM meminta pengurusan dokumen berita acara yang harus diteken DP agar dipercepat. Perusahaan juga minta pengawasan tank cleaning tidak dilakukan,” bebernya.

Pasal yang disangkakan kepada Dendi adalah Pasal 5 Ayat (2) Undang-Undang RI No.20 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal 12 A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Serta Pasal 12 B Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga :  BRC Target Satu Juta Turis Tiongkok

Kemudian, Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dipidana dengan penjara paling singkat 1 tahun Dan Paling Lama 5 Tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000 – Paling banyak Rp 250.000.000.

Pasal yang disangkakan kepada AM adalah, Pasal 5 Ayat (1) Huruf A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal 5 Ayat (1) Huruf B Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here