Dengar Pantun Saat Naik Sriwijaya

0
332
RAPAT: Pihak maskapai Sriwijaya Air mengadakan rapat dengan pengurus LAM Kepri. F-yoan/tanjungpinang pos

Ingin Pecahkan Rekor MURI Berpantun 13 Jam

TANJUNGPINANG – Pihak managemen maskapai penerbangan Sriwijaya Air membenarkan kabar terkait rencana memecahkan rekor MURI berpantun selama 13 jam. Hal tersebur disampaikan langsung oleh Distrik Manager Sriwijaya, Presley kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (23/3).

Presley menyampaikan bahwa langkah tersebut sudah mendapat lampu hijau oleh Lembaga Adat Kota dan Provinsi Kepulauan Riau.

”Merujuk kepada landasan berdirinya maskapai kami yang senantiasa memberikan dedikasi terhadap budaya dan adat yang ada di tanahair ini,” ujarnya.

Disinggung mengenai pilihannya kepada Pantun, Presley memberikan beberapa alasan yang cukup spesial.

”Pertama Tanjungpinang ini adalah negeri pantun. Selanjutnya sudah masuk ke meja UNESCO sebagai warisan dunia tak benda dan yang ketida, pantun Melayu bisa dinikmati oleh seluruh warga Indonesia dari Sabang hingga Merauke,” bebernya.

Angka 13 menurut dia, adalah angka usia Sriwijaya berada di Tanah Air. tidak hanya sebatas Rekor MURI, dipastikan Presleym bahwa setiap harinya pantun akan senantiasa mengudara bersama seluruh penumpang.

”Nanti SOP dibuat untuk pilot dan pramugari harus berpantun dalam berinteraksi dengan penumpang setiap harinya baik keberangkatan maupun kedatangan ke Bandara Raja HAji Fisabilillah,” ungkap dia.

Totalitas Sriwijaya tampaknya tidak hanya sebatas itu, bahkan bersama LAM akan menandatangani MOU kesepakatan untuk membuat rutnamen pantun rutin dan memperebutkan piala bergilir Sriwijaya.

Ketua LAM Kepri Datuk Sri Setia Amanah, Abdul Razak mengatakan bahwa niat baik Sriwijaya disambut dengan baik dan siap memberikan laluan serta bimbingan yang berketerusan.

”Kita bangga dengan adanya kabat baik ini, paling tidak sudah mampu menaikkan derajat budaya dan adat ke tingkat lebih tinggi. Cuma perhatikan juga kostumnya, kalauboleh, cerminkan juga melayunya sebab cantik itu tidak harus menunjukkan aurat,” kata ketua LAM ini di hadapan forum.

Salah satu tim pemecahan Rekor MURI sekaligus sebagai pelaku budaya, Teja Alhab mengaku siap untuk merangkul tim yang pernah terlibat memecahkan rekor MURI Pantun sebelumnya.

Bahkan Teja memastikan bahwa target 13 jam tersebut mampu dicapai.

”Kalau bicara pantun, Tanjungpinang inilah lubuknya, Insyaallah para pemantun siap untuk memecahkan rekor,” paparnya (cr33)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here