Dermaga Pelantar II Rampung 80 Persen

0
123
Nurdin Basirun saat meninjau proyek pembangunan Pelabuhan Pelantar 2,Tanjungpinang beberapa waktu lalu. f-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Hingga saat ini, progres pembangunan dermaga Pelantar II yang dibangun Pemprov Kepri melalui Dinas Perhubungan sudah rampung 80 persen.

Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Kepri Brigjend Jamhur Ismail mengatakan, September nanti, pembangunan dermaga Pelantar II diperkirakan sudah rampung.

Pekerjaan dermaga itu termasuk cepat mengingat proses lelang cepat dilakukan tahun ini. Sehingga penetapan pemenang tender bisa dipercepat dan pekerjaan cepat dilakukan.

Tahun ini, pembangunan dermaga itu hingga 260 meter. Namun, pembangunan dermaga itu belum rampung dari yang direncanakan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

Nurdin sendiri berkeinginan agar dermaga itu bisa dibangun hingga 450 meter. Saat ditanya apakah tahun 2019 nanti pembangunan dermaga itu dilanjutkan, Jamhur belum bisa memastikannya. Tergantung keuangan daerah.

Lalu apakah pembayaran pengerjaan proyek itu masuk dalam salah satu tunda bayar nanti, ia juga belum bisa memastikan. Hal itu baru diketahui Oktober nanti.

Perkiraan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri, dana tunda salur dari pusat tahun ini sekitar Rp340 miliar. Apabila itu terjadi, maka banyak pembayaran proyek yang masuk tunda bayar tahun 2019.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Pemprov Kepri, apabila defisit benar-benar terjadi sekitar Rp340 miliar, maka yang ditunda bayar nanti adalah pembangunan di Triwulan III dan Triwulan IV.

Jika proyek sudah rampung dikerjakan sebelum defisit dipastikan, maka tetap akan dibayar. Sedangkan proyek yang dikerjakan setelah defisit dipastikan, maka akan dilakukan tunda salur.

Ia berharap para kontraktor yang menjadi mitra Pemprov Kepri memahami kondisi ini. Sebab, Pemprov Kepri pun tidak menginginkannya. Namun, karena itu kebijakan pemerintah pusat, maka tetap harus diterima.

”Apabila defisit, bukan tak dibayar. Tetap dibayar. Tahun ditunda pembayarannya tahun depan. Saya kira para rekanan bisa memahaminya,” jelasnya kepada Tanjungpinang Pos, Senin (27/8) kemarin di Pelantar I.

Jamhur menambahkan, rencananya pembangunan dermaga itu hingga 400 meter lebih. Gubernur berkeinginan agar kapal yang sandar nanti bisa lebih dari dua unit. Dengan demikian, bongkar muat barang bisa cepat dilakukan.

Kemudian, untuk membongkar barang dari kapal, maka akan digunakan crane. Sehingga lebih cepat dan praktis. Kondisi selama ini, hanya satu kapal yang bisa sandar di sana karena dermaganya pendek.

Kemudian, bongkar muat barang dilakukan secara manual dan membuat pekerjaan lebih lama. Apabila kapal besar masuk, bisa berhari-hari membongkar muatannya. Hal ini yang membuat barang lama sampai ke pasar dan terjadi kekosongan stok yang mengakibatkan harga sempat naik.

Gubernur juga ingin kapal-kapal besar bisa sandar di sana untuk kebutuhan penumpang. Pelabuhan merupakan jantung bagi percepatan ekonomi dan pembangunan di Kepri sebagai daerah kepulauan.

Karena itu, salah satu priroritas gubernur adalah membangun pelabuhan dan dermaga yang presentatif dan ukuran jumbo serta fasilitasnya dilengkapi. Salah satunya memperbesar dermaga Pelantar II.

Selain membangun dermaga Pelantar II, Pemprov Kepri juga memperbaiki dermaga Penyengat, memperbesar pelabuhan di Tanjunguban, di Natuna termasuk di Pulau Berhala.(MARTUANAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here