Desa Harus Bisa Swasembada Pangan

0
827

NATUNA – SEBAGAI upaya antisipasi kelangkaan bahan pangan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna Wan Siswandi berpendapat, Dana Desa (DD) akan lebih efektif dan bermanfaat bila diarahkan untuk menciptakan swasembada pangan. Alasannya, desa berpotensi menjadi sumber pangan daerah. Langkah ini diyakininya bisa menetralisir tingkat inflasi perekonomian, dan pendapatan masyakat akibat harga bahan pokok yang kerap naik mencapai titik ekstrem.

”Turun-naik (inflasi) pendapatan masyarakat jadi persoalan klasik yang belum terjawab sampai saat ini. Salah satu penyebabnya adalah, harga bahan pokok yang mahal dan sering terjadi kelangkaan,” ujar Wan Siswandi, Kamis (15/6). Wan Zuhendra menjelaskan, kondisi itu sering membuat masyarakat tekor. Untuk itu, desa harus tampil mengatasi masalah ini bersama pemerintah karena desa telah memiliki anggaran sendiri.

Baca Juga :  Jalan Padang Angus Minta Dibenahi

”Makanya, karena desa telah memiliki anggaran sendiri. Kita arahkan sebagian dana itu untuk membangun sumber pangan,” ungkap Wan Siswandi. Ia menekankan, semua pihak teruma sekali pemerintah daerah, pemerintahan desa dan masyarakat harus berupaya maksimal untuk melepaskan diri dari ketergantungan pangan dari daerah lain. Karena menurutnya, kondisi ini sangat mengganggu stabilitas perekonomian masyarakat.

”Sampai kapan pun kita akan tekor terus, kalau kita tidak gigih menyiapkan pangan kita sendiri di dalam daerah. Lebih parahnya lagi, jika sewaktu-waktu bahan pokok tidak bisa masuk Natuna karena berbagai kendala masyarakat kita mau makan apa,” tegasnya.

Baca Juga :  Jalan Pelabuhan Selat Lampa Rusak Berat

Seperti stok daerah pengekspor kurang, atau kendala alam tentunya harus dipikirkan ke depannya. Ia menambahkan, mekanisme penciptaan sumber pangan itu tidak perlu muluk-muluk. Satu desa cukup memproduksi satu komoditi saja, dan desa lainnya memproduksi komoditi yang lain sehingga semua desa memiliki ikon tersendiri dalam hal produksi.

”Misal, satu desa bisa saja memproduksi cabai dan desa lainya memproduksi tomat dan lain sebagainya. Sehingga tidak semua komoditi bergantung pada produk impor,” terangnya. Di sisi lain, kondisi dan kontur alam Natuna sangat memungkinkan untuk melakukan produksi pangan. Sistem irigasi dan ketersedian air dinilai masih cukup, dan tanah di Natuna masih memiliki tingkat kesuburan yang baik untuk pertanian. Dengan rata-rata lahan masih cukup luas, untuk melakukan kegiatan di sektor pertanian dan peternakan.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here