Desa Kekurangan Anggaran Bangun Jalan

0
294
WARGA Desa Kuala Maras Kecamatan Jemaja Timur ketika melaksanakan pekerjaan Batu Miring sebelum ditimbun sebagai akses jalan di pemukiman warga. F-INDRA GUNAWAN/tanjungpinang pos

Desa Kuala Maras kekurangan anggaran pembangunan akses jalan dan batu miring, yang sehari-hari dilalui masyarakat untuk memudahkan akses jalan di pemukiman penduduk.

ANAMBAS – Sebelumnya, warga melintas melalu pelantar dari kayu untuk beraktivitas sehari-hari. Meskipun membutuhkan nilai anggaran yang tinggi, namun secara bertahap dilakukan pembangunannya.

Sejauh ini, akses jalan yang dilalui oleh warga Desa Kuala Maras yang awalnya pelantar kayu untuk menuju pemukiman tidak bisa bertahan lama dan mudah patah bagian tiangnya.

Berdasarkan hasil musyawarah bersama masyarakat, perangkat desa serta anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD).

Akhirnya diputuskan, untuk dilakukan pembangunan batu miring lalu ditimbun tanah dan dilakukan semeninasi.

Sementara anggaran yang dibutuhkan untuk membanguna akses jalan dan batu miring itu membutuhkan anggaran sebesar Rp 774 juta.

”Alhamdulilah, kebutuhan masyarakat perlahan sudah diakomodir, dan diharapkan peran serta Pemda Anambas lagi membantu melakukan penambahan anggaran untuk pembangunan di Desa Kuala Maras. Desa Kami ini desa paling tua dibandingkan dengan seluruh desa yang ada di Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur. Wajarlah kalau kami harus diperhatikan lebih,” sebut Nepfi Rupika, Kepala Desa Kuala Maras ketika ditemui, kemarin.

Ia menjelaskan, pembangunan batu miring yang sedang dilaksanakan itu sesuai dengan permintaan masyarakat. ”Untuk sementara, anggaran yang digunakan bersumber dari Anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2018,” terang Nepfi.

Saat ini, lanjut Nepfi, hanya bisa dilaksanakan secara bertahap dengan panjang sekitar 250 meter dan lebar sekitar 4 meter dan cukup untuk dilalui kendaraan roda dua dan roda tiga (tosa).

Ia juga berharap kepada masyarakat, agar dapat mendukung dalam proses pelaksanaan pekerjaan tersebut. Sistem kerja, pihak desa menyerahkan kepada pihak perangkat desa yang mengatur melalui lembaga desa dan dikerjakan oleh masyarakat dengan cara pembagian kerja sesuai dengan yang membutuhkan pekerjaan tersebut.

”Sistem pengaturan pengaturan kerja menggunakan metode antre, atau sistem rotasi dan tentu masyarakat lokal yang melaksanakan pekerjaan tersebut,” jelasnya.

Pembangunan akses jalan itu diakuinya, memang di atas laut dan apabila air laut surut maka pelaksanaan pekerjaannya bisa dimulai. Jika tidak dibantu dengan anggaran dari Pemerintah Daerah Kabupaten Anambas, masih kata Nepfi, ia pastikan pembangunan akses jalan itu akan membutuhkan waktu yang lama untuk realisasinya.

”Sebab anggaran desa sangat terbatas,m dan lagi pula kebutuhan lainnya juga harus diakomodir. Kami butuh juga perhatian dari Pemda Anambas khusus dinas terkait, agar dapat membantu merealisasikan pembangunan batu miring itu. Mudah-mudahan bisa terwujud,” terangnya.

Sebelum dilakukan pembangunan tersebut, pihak desa bersama masyarakat melakukan gotong-royong memperbaiki pelantar kayu yang mengalami kerusakan dan kemarin tidak bisa dilalui oleh pejalan kaki. Hal itu juga ia sudah sampaikan melalui Musrendes, Musrenbang Kecamatan bahkan ke Musrenbang Kabupaten.

Selain pembangunan batu miring, pihaknya juga sedang membangun drainase menuju salah satu sekolah dasar. Karena, disana apabila curah hujan tiba selalu mengalami banjir di sekitar jalan itu. Oleh sebab itu, harus dibangun parit untuk pembuangan air. Jika dibiarkan maka akan banyak anak-anak sekolah tidak bisa melakukan aktivitas proses belajar, dikarenakan debit air hujan menggenangi halaman sekolah.(INDRA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here