Desa Lingai Gagal Gelar Pilkades

0
576
PILKADES: Warga dan bakal calon Kepala Desa saat berada gedung Balai Pertemuan Masyarakat Desa Linggai. f-indra gunawan/tanjungpinang pos

Dari 20 desa melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak, satu pemilihan kades terpaksa ditunda. Yakni, pemilihan kades di Desa Lingai, Kecamatan Siantan Selatan.

ANAMBAS – Penyebabnya bakal calon yang ingin maju jadi Kades tidak memenuhi persyaratan adminitrasi, saat pihak penyelenggara dan pengawas Pilkades melakukan verifikasi faktual. ”Tiga bakal calon yang mendaftar tapi dua orang tidak memenuhi persyaratan. Hanya satu orang saja yang lolos verifikasi,” kata Azhar selaku Ketua Pengawas Pilkades, Rabu (8/11).

Karena tidak memenuhi syarat, sambung Azhar maka Pilkades Lingai Kecamatan Siantan Selatan terpaksa tidak bisa dilanjutkan. Kejadian ini ia juga sudah laporkan ke Bupati Anambas.

Ia menjelaskan, tiga bakal calon Pilkades tersebut, salah mantan kepala desa sebelumnya. Dua calon lagi orang lainnya dari unsur masyarakat. Panitia tidak bisa meloloskan administrasi mantan Kades tersebut karena tidak memenuhi persyaratan yang diatur oleh Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 32 tahun 2017 tentang pelaksanaan Pilkades.

Aturanya, setiap mantan kades yang telah habis masa jabatannya harus menyampaikan laporan akhir masa jabatan kepada Pemda sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Katanya, hal ini yang dilanggar oleh mantan kades itu tidak mentaati Perbup, meskipun mantan kades itu telah membuat laporan akhir masa jabatannya kepada Pemda. Tetapi saat ia menyampaikan dinilai sudah terlambat dan dinyatakan gugur akibat Perbup tersebut.

Upaya untuk mengklarifikasi hal itu dari mantan kades agar panitia dan pengawas dapat membuat kebijakan yang lain sudah ditempuh, namun panitia dan pengawas tidak berani membuat kebijakan tersebut disebabkan akan melanggar peraturan yang berlaku.

”Kita melaksanakan kegiatan pilkades sesuai dengan Perbup dan tidak berani membuat kebijakan lain, terkecuali sudah menjadi keputusan dari bupati,” jelasnya.

Lanjutnya, dari hasil konsultasi dengan Bupati Anambas Abdul Haris, memutuskan untuk melakukan penundaan pelaksanaan Pilkades jika calon tidak lengkap administrasi dan dilaksanakan pada Pilkades serentak berikutnya. ”Pak Bupati mengatakan untuk dilakukan penundaan saja jika para bakal calon tidak bisa melengkapi adminitrasi,” ujarnya.

Saat mantan kades tidak lolos adminitrasi, ia sempat buat keributan. Terjadi perdebatan antara calon dan panitia bahkan terjadi perbuatan anarkis memecahkan kaca Balai Pertemuan Masyarakat Linggai dan beberapa kursi plastik. Kejadian ini juga sudah disampaikan kepada bupati dan dirinya masih menunggu keputusan dari bupati mengenai hal ini.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here