Desa Mentuda Masih Terisolasi

0
83
KONDISI jalan yang baru dibuka pemerintah tahun 2017 lalu belum menghubungkan Desa Mentuda dan masyarakat meminta pemerintah meneruskan pembukaan jalan itu. f-tengku/tanjungpinang pos

Terletak satu daratan dengan Ibukota kabupaten Lingga, Daik, tidak menjamin lengkapnya sarana transportasi, komunikasi dan penerangan untuk mendukung aktivitas masyarakatnya. Hal ini lah yang dialami Desa Mentuda, di Kecamatan Lingga.

LINGGA – Desa yang berada di sebelah utara Pulau Lingga ini, masih sangat terisolir yang disebabkan tidak adanya akses jalan, telekomunikasi, maupun pasokan energi listrik dari PLN.

”Masyarakat Desa Mentuda mendambakan jalan darat ke Ibu kota Kabupaten Lingga, guna percepatan akses ekonomi di desa tersebut,” kata Kepala Desa Mentuda, Abdul Hamid, kemarin.

Sejak diputuskan menjadi kecamatan sendiri dengan Ibukota Daik tahun 2004, masyarakat Mentuda menaruh harapan besar agar mendapatkan akses jalan, telekomunikasi dan penerangan yang layak untuk mendukung aktivitas ekonomi.

”Kami selalu berharap pemerintah bisa membangun jalan menuju kampung kami, yang menguhubung ke kota Daik sebagai pusat pemerintahan,” ucapnya.

Usulan pembangunan jalan, akses komunikasi dan penerangan selalu diusulkan dalam berbagai kesempatan seperti Musrenbang di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

”Bahkan untuk jalan tembus telah beberapa kali kami usulkan. Sampai saat ini belum terealisasi,” lirihnya.

Saat ini, akibat tidak adanya akses jalan darat dari Desa Mentuda menuju Daik untuk mengurus berbagai kebutuhan 400 KK harus melalui jalur laut dengan menyewa speedboat.

”Sekali jalan warga harus mengeluarkan biaya Rp500 ribu. Itu baru untuk transportasi, belum akomodasi lainnya,” ungkapnya. (TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here