Desa Mudah Diakses, Petani dan Nelayan Bakal Sukses

0
583
TNI dan Polri bersama warga Desa Lubuk, Kundur membangun akses jalan ke Tanjungbatu sepanjang 1,7 KM, Kamis (5/4/2018).

Melihat Aktivitas TMMD Ke-101 Kodim 0317/TBK (Bagian ke-1)

Warga Desa Lubuk di Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun kini jadi target pembangunan yang dilakukan prajurit TNI AD. Pembangunannya dilakukan dengan cara gotong royong melibatkan anggota kepolisian dan masyarakat. Gotong royong dalam program kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 Kodim 0317 Tanjungbalai Karimun ini menjadi harapan baru para petani dan nelayan di Desa Lubuk.

Selama ini, warga kesulitan membawa hasil panen milik petani serta hasil tangkapan bagi nelayan karena buruknya akses jalan raya dari kampung mereka ke kota. Jalannya hanya berupa jalan tanah yang berlumpur ketika hujan dan berdebu saat panas. Kini jalan dari Kelurahan Tanjungbatu ke Desa Lubuk bisa diakses dengan kendaraan roda empat.

Kamis (5/4) pagi, Jalan menuju Desa Lubuk ini sudah terlihat ramai. Ada puluhan prajurit TNI yang mengenakan celana loreng berbaur dengan beberapa personil kepolisian yang memakai pakaian sipil. Warga dari Desa Lubuk, juga terlihat berbaur. Berbaur tanpa pandang pangkat maupun derajat. Mereka semua bermandikan keringat.

Kapenrem 033/Wira Pratama Mayor Oki menyebut, warga desa yang berkumpul membantu kegiatan TMMD ini merupakan tokoh pemuda dari Desa Lubuk dan sebagian dari Kelurahan Tanjungbatu.

Baca Juga :  Negeri Melayu Harus Ada Ciri Khasnya

“Mereka sudah lama berharap akses jalan ke desa ini diperbaiki, agar memudahkan petani untuk mengangkut hasil panennya ke kota. Demikian juga dengan nelayannya bisa dengan mudah membawa hasil tangkapan mereka untuk dijual ke pasar di Tanjungbatu,” sebutnya.

Gotong-royong yang dilakukan TNI, Polisi dan masyarakat ini berlangsung hingga lima hari yang tiap harinya mereka bekerja keras selama sepuluh jam. Karena ramai yang terlibat dalam pembangunan jalan ini, hingga pengerjaan semenisasi sepanjang 1,7 kilometer bisa selesaikan juga di hari kelima, Senin (9/4).

Pengadukan semen dilakukan secara bergantian. Yang sudah lelah langsung diganti dengan yang sudah selesai istirahat. Meski pengerjaannya dengan alat yang relatif sederhana seperti cangkul dan sekop serta sarana pendukung lainnya, namun karena dilakukan secara bersama-sama hingga pekerjaan bisa diselesaikan. Meski, gotong royong ini cukup menguras tenaga, namun di setiap sudut pekerjaan terdengar suara cair dan sekali-sekali terdengar suara tawa.

Menurut Mayor Oki, sebelumnya jalan sepanjang 1,7 km ini merupakan jalan tanah yang kecil diperlebar pada tahun 2016 melalui kegiatan TMMD ke-97. Lalu pada TMMD ke-101 2018 ini, TNI AD kembali mengerjakan jalan ini melalui semenisasi. Jalan raya ini tentu bisa memperlancar tranportasi anak sekolah maupun warga untuk memasarkan hasil perkebunannya.

Baca Juga :  Sutradaranya Modal Nekat dan Otodidak

Sehari sebelum semenisasi dilakukan, warga Desa Lubuk sudah tahi bakal ada kegiatan TMMD untuk membangun akses jalan ke permukiman mereka. Kegiatan TMMD ini diawali dengan rangkaian acara pembukaan yang menyedot perhatian warga. TMMD ini dibuka oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang didampingi oleh Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Gabriel Lema, S. Sos pada Rabu (4/4).

Di acara pembukaan yang berlangsung di Stadion Mini Kundur Barat ini saja, ada ratusan warga yang datang silih berganti. Sejak upacara lalu disusul acara hiburan hingga kegiatan sosial, suasana di Stadion Mini Kecamatan Kundur ini selalu terlihat ramai.

Usai upacara pembukaan, Kodim 0317/TBK selaku penyelenggara acara menampilkan marching band dari SMPN1 Kundur, tari-tarian, bazar, dan pengobatan masal. Ramainya acara pembukaan ini juga dimanfaatkan oleh pedagang dengan menggelar bazar di sisi jalan hingga membuat perputaran ekonomi meningkat. Hiburannya juga unik, hingga Gubernur Kepri juga terpukau dengan penampilan perkusi Poyo Harmoni yang menggunakan alat musik terbuat dari kaleng bekas.

Meski sarananya dari barang serba bekas, namun berhasil menciptakan kualitas seni yang tinggi. Kontan saja Nurdin Basirun ikut nimbrung menabuh kaleng bekas yang ia pinjam dari salah satu musisi yang sedang tampil.

Baca Juga :  Mei, Formasi CPNS Diumumkan

“Menakjubkan hasilnya. Sangat kreatif karena memanfaatkan barang-barang bekas menjadi alat yang berguna dan menghasilkan nilai seni yang indah,” kata Nurdin memuji penampilan perkusi Poyo Harmoni.

Pembukaan TMMD ini juga menjadi salah satu media bagi gubernur untuk mengetahui langsung masalah yang terjadi di masyarakat. Gubernur terlihat berdialog dengan banyak warga.

“Salah satu tanda-tanda daerah akan maju adalah kalau pemimpinnya lebih terbuka dan mau mendengarkan keluh kesah masyarakat,” sebut Dandim 0317/TBK Letkol Arm Rizal Analdie SH saat meninjau rangkaian acara pembukaan TMMD ke-101.

Menurut Dandim dialog warga dengan gubernur itu tidak direncanakan. Meski spontan namun berkesan. Namun, sebutnya, ini bisa menjadi modal dalam mengembangkan karakter luhur berbangsa, sesuai tema TMMD ke-101 tahun 2018 TNI Manunggal Membangun Karakter dan Kemandirian Bangsa.

“Kita berharap nelayan di desa ini bisa sukses karena bisa lebih mudah dan lebih cepat menjual hasil tangkapannya. Demikian juga dengan petaninya serta usaha-usaha lain yang dilakoni warga,” ucap Dandim penuh harap.(jek)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here