Desa Nyamuk Krisis Air Bersih

0
616
WARGA Desa Nyamuk Kecamatan Siantan Timur ketika menampung air minum dari sumber curah hujan yang keluar dari lubang batu.f-istimewa

Sejumlah warga di Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur masih menikmati air bersih yang bersumber dari curah hujan. Ketika musim kemarau, warga pun terpaksa merogoh koceknya untuk membeli air bersih yang dijual.

ANAMBAS – Firman Edi selaku anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Dapil I mengatakan, ketika ia melaksanakan reses di Desa Nyamuk Kecamatan Siantan Timur melihat langsung sejumlah warga menampung air dari lubang batu yang dialiri menggunakan sepotong pipa dengan mata air yang kecil.

Air itu bersumber dari curah air hujan, namun ketika kemarau sumber air tersebut tidak akan mengalir.

”Saya prihatin dengan kondisi warga disana. Hal ini akan disampaikan kepada anggota DPRD lainnya, ketika mengadakan rapat nanti,” ungkap Firman Edi ketika ditemui, Senin (12/11) sore.

Ia menambahkan, kondisi warga yang dimaksud perlu ada perhatian dan atensi yang serius dari semua pihak.

Baca Juga :  Hasil Evaluasi, Kinerja OPD Buruk

Selaku wakil rakyat, ia akan menyuarakan hal ini dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas harus segera menindaklanjuti hal tersebut.

”Tetap akan saya perjuangkan hal ini. Air sebagai kebutuhan hidup dalam menjalani kehidupan. Tanpa air tentu persoalan lain, yang bisa menganggu dalam berumah tangga,” tegas dia.

Ia menambahkan, warga yang mengalami kondisi yang dimaksud ada sekitar 10 Kepala Keluarga.

Selain itu, ketika air pasang dan musim hujan air yang ada di sumber air itu tidak bisa digunakan. Sebab, air akan terasa payau dan tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

”Kalau air pasang dan ditambah hujan, air yang ada tidak bisa digunakan karena terasa payau. Warga terpaksa membeli air dengan penjual,” tukas dia.

Baca Juga :  Ibu-ibu Ikuti Sosialisasi Saber Pungli

Ia juga menyampaikan, bahwa Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) yang berada di Desa Luap terlihat tidak terawat dan di duga Pustu tersebut tidak difungsikan dengan semestinya.

Ia juga belum mengetahui penyebab yang sebenarnya, dan ia juga telah menyampaikan hal ini kepada dinas kesehatan Anambas agar dapat melaporkan akibat itu kepada dirinya.

”Ya. Hari ini sudah saya sampaikan keluhan warga terkait pustu itu kepada dinas kesehatan. Tapi belum ada tanggapan dari mereka,” tutup dia.

Pada pemberitaan Februari lalu, sumber air yang melimpah belum bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik di gunung Pasir Panjang Desa Landak Kecamatan Jemaja yang bisa memenuhi kebutuhan seluruh warga Kecamatan Jemaja termasuk bagi warga sekitar di Desa Landak.

Hal itu diperlukan pembangunan Bimtek, atau tempat penampungan air dan pengairan yang baik.

Baca Juga :  Dinkes Minta Tambah Peserta BPJS Kesehatan

Saat ini, air tersebut hanya mengalir melalui anak sungai menuju laut dan dinilai tidak dimanfaatkan.

”Kami akan mengajukan kepada Pemda Anambas atau Pemprov Kepri untuk dapat merencanakan pembangunan tempat penampungan air dan bisa dianggarkan pada masa yang akan datang,” ungkap Amirullah selaku Kepala Desa Landak Kecamatan Jemaja ketika ditemui, Selasa (27/2) lalu.

Ia menjelaskan, untuk mencapai titik sumber air tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya membutuhkan waktu 30 menit berjalan kaki ke puncak gunung. Sementara, jarak dari perkampungan Pasir Panjang ke titik air sekitar 2 km saja. (INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here