Desa Wajib Terapkan Aplikasi Siskeudes APBDes

0
1159
IKUT BIMTEK: Sejumlah perangkat desa di dua kecamatan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) aplikasi Siskeudes dari BPKP Provinsi Kepri, kemarin.F-ISTIMEWA

ANAMBAS – WAKIL Bupati Anambas Wan Zuhendra menggesa dan mewajibkan kepada 52 desa yang ada di Anambas agar dapat menggunakan aplikasi Siskeudes.

Siskeudes merupakan aplikasi keuangan desa, yang salah satu bentuk inovasi sistem pelaporan keuangan desa yang mengedepankan aksesibilitas serta efektif dan efisien waktu.

Pada akhir 2015 lalu, pihak Kemeterian Dalam Negeri (Kemendagri) bersepakat dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kesepakatan itu, untuk mensosialisasikan aplikasi tersebut sebagai standar pelaporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

”Aplikasi Siskeudes itu wajib dimanfaatkan bagi seluruh desa yang ada di Anambas. Tujuannya, guna menertibkan administrasi dalam melakukan pelaporan dan mengelola keuangan desa,” kata Wan Zuhendra, Selasa (31/10).

Baca Juga :  Kondom dan Komik Berserakan

Desa-desa di Kabupaten Anambas diinstruksikan untuk menggunakan Siskeudes, sebagai syarat pencairan Dana Desa (DD). Hal itu sifatnya diwajubkan, agar ke depannya tertib administrasi bisa ditingkatkan dan bisa dipantau langsung oleh masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga harus mengerti dalam melakukan pemantauan keuangan desa secara online dan mahir menggunakan sistem komputerisasi. Artinya, dalam peningkatan ilmu teknologi masyarakat harus bisa bersaing mengikuti era globalisasi pastinya.

Pada tahun 2018, proyek kabel optik yang masih dalam tahap pekerjaan.
Maka, jaringan internet akan mejangkau ke seluruh pelosok desa di Anambas.

Baca Juga :  Bupati Prioritaskan Kebutuhan Air Bersih

”Saat ini masih tahap sosialisasi, dan ke depannya jika sudah terhubung jaringan kabel optik bawah laut. Tentunya akan menjangkau keseluruh pelosok desa, maka tidak ada lagi alasan aplikasi Siskeudes mengalami kendala,” tegas Wan Zuhendra.

Kepala Bidang Pemerintahan Masyarakat Desa Awalludin mengatakan, masih ada banyak keterbatasan yang dihadapi untuk dapat mewujudkan desa yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan mandiri.

Kendalanya, masih terdapat beberapa desa yang belum terpasang aliran listrik, jaringan telekomunikasi. Bahkan, masih banyak perangkat desa yang belum bisa mengoperasikan komputer.

Baca Juga :  Ribuan Warga Ramaikan MRSF

Namun, Wan Zuhendra optimis kendala itu akan bisa teratasi dengan secara perlahan nantinya. Disamping rentang kendali juga menjadi persoalan.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here