Desember, Taksi Online Wajib Urus Izin

0
633
Sam Budigusdian

BATAM – Kapolda Kepri, Irjen Pol Sam Budigusdian mengatakan, taksi online bisa beroperasi seperti biasa hingga November 2017. Setelah itu, taksi online harus mengurus izin sebelum beroperasi, sebagai angkutan massal. Batam, menurut Sam bisa mengikuti langkah yang diambil Bandung. Setelah sempat menghentikan pengoperasian taksi online, kini taksi online dibuka lagi di Bandung hingga November.

Penegasan itu disampaikan Sam Budigusdian, Rabu (18/10) di Batam. ”Pada akhirnya di Bandung juga dibuka sampai November. Jadi sebaiknya disesuaikan regulasi. Karena Menhub (Permen) tidak melarang sampai November, harusnya bisa beroperasi,” tegas Sam.

Ditegaskan Sam, aturan yang berlaku harus diikuti semua pihak di Batam dan Kepri, terkait taksi, baik online atau pangkalan. Kalau tidak diikuti, maka masalahnya tidak akan terselesaikan. Namun, dalam persaingan, akan ditentukan pelayanan masing-masih penyedia jasa.

Baca Juga :  Menjembatani Batam Kota Digital

”Rakyat atau konsumen itu raja dalam layanan. Konsumen berhak memilih, apakah pangkalan atau online. Pengelola harus ikuti aturan. Kalau tidak mengikuti, akan membuat kondisi seperti Batam ini. Ini tidak bisa ditutupi,” cetus.

Pernyataan Sam itu tidak lepas dengan aksi pembakaran motor sendiri, dilakukan pengojek pangkalan. Selain itu ada aksi dilakukan supir pangkalan yang membalikkan motor yang diduga jadi taksi online. Termaksud perusakan mobil yang didugak taksi online.

”Di dunia ini, kalau berusaha, ikuti aturan. Sekarang di Bandung dibuka lagi bukan berarti bebas. Sampai November mereka harus urus izin. Ini harus satu pemahaman dulu. Di Batam bukan hanya cabang. Harus sama pemahaman,” sambungnya.

Baca Juga :  Road Race Masuk Ajang Porprov

Dengan demikian, pasca November mendatang, maka taksi online harus mengurus izin di Batam. Taksi pangkalan yang dalam bahasa Kapolda sebagai opang-opang, juga tidak bisa melarang ketika ada izin yang dikantongi taksi online. Taksi pangkalan tidak bisa melarang taksi online beroperasi, ketika izin sudah dikantongi. ”Makanya saya perintahkan Kapolres, tidak boleh mengkaveling-kaveling,” tegas Sam.

Menurut Sam, taksi seharusnya bebas bergerak dan tidak terbatas di satu tempat atau pangkalan. ”Kenapa hanya mereka hanya boleh. Misalnya, taksi bandara. Kenapa taksi lain tidak bisa mengambil di situ? Ini dikaveling-kaveling. Dan itu dijustifikasi pemerintah. Kan tidak boleh,” cetusnya.

Baca Juga :  Pengusaha Diminta Tak Khawatirkan Pemilu

Menurutnya, aparat dan pemerintah juga harus adil dalam bertindak sekaligus memahami perkembangan jaman dan kebutuhan. Dalam hal ini, kebutuhan atas taksi online dinilai penting dipahami. ”Kita harus adil. Nanti kita di-bully negara di dunia. Nanti katanya negaramu itu kampungan. Oleh itu, saya imbau kepada taksi online, harus ada izin, setelah November,” imbuh Sam. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here