Detasemen TNI-AU Bandara Hang Nadim Harus Naik Tipe

0
166
ANGGOTA Komisi I DPRD Kepri foto bersama usai mengunjungi Detasemen TNI-AU Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (2/5). f-istimewa/humas dprd kepri

Dikunjungi Komisi I DPRD Kepri

BATAM – Detasemen TNI AU Bandara Hang Nadim Batam merupakan salah satu kegiatan lepas landas dan pendaratan pesawat udara guna keperluan pertahanan negara oleh Angkatan Udara.

Komisi I DPRD Kepri yang membidangi pemerintahan, aparatur dan hukum ini mencari solusi detasemen TNI AU Bandara Hang Nadim Batam ini bisa naik grade-nya dari tipe D ke tipe C. Detasemen ini dibawahi langsung oleh Lanud Tanjungpinang.

Pada tahun ini rencananya detasemen tersebut akan berubah statusnya menjadi tipe C dan secepatnya juga bisa menyesuaikan menjadi tipe B.

Karena dengan naiknya tipe ini akan menjadikan pertahanan udara wilayah Kepri khususnya Batam menjadi bertambah kuat.

Wakil Ketua komisi I DPRD Kepri Taba Iskandar mengatakan, pengajuan naik tipe ini menurutnya agak terlambat karena di Batam ini lintas udaranya sangatlah padat.

”Apalagi kita berbatasan langsung dengan negara tetangga. Jadi kita tidak harus jauh meminta bantuan dari Kalimantan atau Pekanbaru yang yang memakan perjalanan yang agak lama,” ujarnya saat berkunjung ke Datasemen TNI AU Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (2/5).

Dia juga menyinggung soal Mako TNI AU yang lagi dibangun di Nongsa Batam. Karena jarak antara Mako TNI AU yang ada di Nongsa dengan detasemen TNI AU Bandara Hang Nadim butuh waktu sekitar 9 menit, itupun kalau tidak macet. Ia sangat menyayangkan kalau terjadi hal-hal darurat yang menghambat kelancaran dalam kinerja TNI AU.

Sekretaris Komisi I DPRD Kepri Sukhri Farial sangat miris melihat detasemen TNI AU Bandara Hang Nadim yang dari dulu belum ada renovasi tempat sama sekali.

”Dari pertama dibangun sampai sekarang pun kayaknya begini terus dan masih pinjam tempat sama BP Batam. Ini juga harus menjadi perhatian semua, karena TNI AU merupakan pertahanan negara kita. Miris,” kata Sukhri.

Menanggapi hal ini, Kadispers Lanud RHF Tanjungpinang Letkol Adm Dimas mengatakan karena banyaknya birokrasi, maka pihaknya akan terus berkoordinasi dengan DPRD Kepri, pihak bandara dan BP Batam serta instansi terkait. Dan akan terus mencari solusi serta menyurati BP Batam agar mendapatkan lahan di bandara. (ais/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here