Developer Dibatasi Bangun Rumah Subsidi

0
233
Salah satu rumah subsidi yang di bangun oleh pengembang atau developer Tanjungpinang. f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Developer atau pengembang perumahan mulai dibatasi membangun rumah subsidi di Kota Tanjungpinang. Pembatasan pembangunan rumah subsidi tertuang didalam Peraturan Daerah (Perda) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Tanjungpinang.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Kepri kecuali Batam, Toni mengatakan, pembatasan bangun rumah subsidi berlaku untuk luas lahan minimal 90 meter persegi. Dari luas lahan yang akan dibangun perumahan, hanya 49 persen yang diperbolehkan untuk membangun rumah subsidi. Jadi, sisa lahan sekitar 51 persen diperuntuhkan untuk bangun rumah komersil.

Sementara, pihak developer atau pengembang perumahan juga peruntuhkan lahan untuk membangun Fasilitas Umum (Fasum) di komplek perumahan tersebut. Seperti akses jalan umum, parit sampai dengan taman hijau atau taman bermain anak di komplek perumahan tersebut.

Sedangkan untuk membangun fasum di komplek perumahan sudah memakan lahan sekitar 40 persen dari luas lahan tersebut.

”Kita hanya dapat bangun berapa unit rumah subsidi saja,” ucap dia.

Dengan dibatasi pembangunan rumah subsidi, sudah memberatkan kalangan developer atau pengembang perumahan berada di Kota Tanjungpinang. Sebab, rumah subsidi yang dibangun oleh developer atau pengembang perumahan, paling laris terjual.

Artinya, kata dia minat masyarakat untuk beli rumah subsidi sangat tinggi, dibandingkan dengan rumah komersil. Karena harga rumah subsidi murah dibandingkan dengan harga rumah komersil.

Harga rumah subsidi pada 2019 hanya mencapai Rp146 juta. ”Sedangkan harga rumah komersil bisa mencapai dua ratus jutaan. Bisa jadi lebih. Dan, itu kita susah untuk pasarkan rumah komersil ke konsumen,” terang dia.

Selain harga murah, banyak kemudahan dan keringanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat disaat melakukan transaksi beli rumah subsidi kepada developer atau pengembang perumahan. Seperti, suku bunga rumah subsidi hanya sebesar 5 persen. Sedangkan suku bunga rumah komersil bisa mencapai 10 persen sampai 12 persen.

”Uang muka rumah subsidi saja kisaran satu persen sampai lima persen saja,” ucap dia.

Kemudian, pembangunan rumah subsidi yang dibangun para developer atau pengembang perumahan bakal berkurang di Kota Tanjungpinang. Karena ada pembatasan pembangunan rumah subsidi.

”Katanya sih, peruntuhan lahan kategori kepadatan tinggi sudah habis. Kalau kita lihat, masih banyak lahan dibagian dalam kota yang bisa diperuntuhkan untuk bangun rumah subsidi,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here