Dewan Desak Pemko Operasikan SWRO

0
694
ASHADI SELAYAR bersama dengan Ade Angga dan anggota DPRD Tanjungpinang saat menungunjung SWRO Batu Hitam.F-DOK/TANJUNGPINANG POS

Sejak dibangun tahun 2014 lalu, pengelolaan air asin jadi tawar atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Batu Hitam Tanjungpinang, belum dioperasikan.

TANJUNGPINANG – Pembangunan SWRO awalnya dibangun untuk mengatasi krisis air bersih di Tanjungpinang. Bahkan proyek ini menelan anggaran puluhan miliar.

Angota DPRD Tanjungpinang Ashadi Selayar mendesak agar Pemko segera mengoperasikan SWRO Batu Hitam. Bahkan Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang akan mengundang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Kota Tanjungpinang. Untuk mempertanyakan kenapa SWRO belum juga dioperasikan. Apa kendalanya.

Baca Juga :  Lis: Ayo Deteksi Dini Kanker Serviks

”Kita akan mengundang Dinas PUPR. Kita ajak duduk bersama. Dan kita tanya, apa sih kendalanya,” kata Ashadi Selayar, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang kepada Tanjungpinang Pos, Senin (8/1).

Ashadi mengatakan, kalau SWRO tidak beroperasi dari sekarang, kapan lagi. Apa akan menunggu rusak, baru SWRO-nya dioperasikan. ”Rusak sebelum di pakai,” ucap dia.

SWRO, kata dia, merupakan dambaan, impian serta harapan besar buat masyarakat yang tinggal di Pelantar hingga Teluk Kriting atau masyarakat Kota Tanjungpinang umumnya.  Karena SWRO merupakan sumber air bersih akan di konsumsi masyarakat tersebut di rumahnya.

Baca Juga :  Disperindag Minta Pangkas Waktu Dwelling Time

”Jangan menyia-nyiakan. Nanti, dalam waktu dekat ini kita undang lah Dinas PUPR itu,” tegas dia.

Dalam kesempatan ini, Reni, salah satu Anggota Dewan Kota Tanjungpinang, berharap, Pemko Tanjungpinang melalui Dinas PUPR untuk segera mengoperasikan SWRO. Sehingga air baku yang dihasilkan dari SWRO bisa diraskan masyarakat Tanjungpinang.

”Besar loh, untuk bangun SWRO itu. Saya tak tau, kenapa tak dioperasikan sampai saat ini. Katanya akan di operasikan bulan November, tapi tak jadi. Kemudian, Desember akan dioperasikan SWRO, juga tak jadi sampai saat ini,” kata Reni.

Baca Juga :  Yuk, Meriahkan FBK!

Reni mengatakan, SWRO salah satu antisipasi masyarakat untuk mendapatkan air bersih di rumah. Sebab, air baku yang dihasilkan PDAM belum mencukupi kebutuhan masyarakat di Tanjungpinang.

”Kita bisa lihat air baku di Sungai Pulai yang mulai kering. Saya rasa tidak cukup untuk masyarakat Tanjungpinang,” terang dia.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here