Dewan Dorong PembentukanTim Saber di Sekolah

0
885
JUMAGA NADEAK

BATAM – Dugaan maraknya Pungutan liar di lingkungan sekolah di Kepri mesti disiasati dengan dibentuk tim saber khusus di lingkungan sekolah. Selain membentuk tim sapu bersih (saber), bisa dengan pembinaan aparat untuk melakukan penagwasan yang ketat.

Dorongan pembentukan tim saber di sekolah ini disampaikan Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak saat sosialisasi Saber Pungli di Graha Kepri, Rabu (29/3).

Dalam mendorong penurunan pungli, DPRD Kepri memilih cara sendiri yaitu dengan sosialisasi, kepada para Kepala Sekolah SMA/SMK Negeri dan Swasta se-Batam, DPRD bekerjasama dengan Polda Kepri.

Jumaga membeberkan potensi-potensi pungli yang rawan terjadi dalam dunia pendidikan. Termaksud ada kebiasaan di tengah masyarakat, untuk memberikan ucapan terima kasih ke guru saat bagi raport.

Baca Juga :  Perayaan Imlek di Batam Meriah

“Misalnya, saat kenaikan kelas, orang tua memberikan ucapan terimakasih kepada guru-guru ini dengan menyelipkan amplop. Apakah itu termasuk pungli,” kata Jumaga mencontohkan.

Hal-hal sepele seperti ini, sambungnya, sudah menjadi semacam kebiasaan bagi masyarakat. Menanggapi hal ini, Irwasda Polda Kepri, Kombes Heru Pranoto mengatakan, yang termasuk dalam pungutan liar, adalah pungutan sengaja di luar ketentuan dan menguntungkan pribadi.

“Jadi kalau untuk pribadi, itu bisa dipastikan pungli,” kata Heru.

Ia menambahkan, selama ini pungli sudah dianggap wajar oleh sebagian orang. Di jaman dahulu, bahkan memberikan sesuatu untuk pemimpin malah dianggap sebagai sebuah kehormatan.

Baca Juga :  Remaja Ditantang Kembangkan Industri Digital

”Dulu, misalnya ada yang memberi upeti dan diterima oleh raja, justru jadi kebanggaan. Sikap permisif inilah yang harus diubah sekarang,” kata Heru.

Pertanyaan juga datang dari pengajar Sekolah Kallista. Ia menanyakan denda yang diberikan pihak sekolah jika terlambat membayar SPP tiap bulannya.

“Apakah denda keterlambatan SPP ini termasuk dalam pungli,” tanyanya.

Menanggapi hal ini, pihak Polda mengatakan bahwa denda tersebut bukanlah pungli sepanjang sesuai ketentuan sekolah dan telah disosialisasikan kepada pihak orangtua. Sosialisasi yang dipandu anggota DPRD Asmin Patros ini berjalan cair.

Baca Juga :  Bangunan di Seipanas hingga Bengkong Digusur

Beberapa pertanyaan dari kepala sekolah dan guru-guru berhasil dirangkum. Sehingga, pemahaman seluruh guru dapat menjadi sama. Hadir dalam sosialisasi dan reses ini anggota DPRD, Sahat Sianturi, Maaz Ismail, Hotman Hutapea, Widiastadi Nugroho, Thomas Suprapto dan Hj.Asnah. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here