Dewan Gesa Revisi RTRW Kepri

0
500

Ketua DPRD Lingga Riono, mendesak Pemerintah Provinsi Kepri menggesa revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kepri, yang tidak memuat peruntukan wilayah pertambangan di Lingga.

LINGGA – Revisi RTRW dibutuhkan untuk mendukung masuknya investasi di bidang pertambangan yang saat ini tertunda karena Perda RTRW tersebut.

”Investor asal RRC sudah berniat untuk melakukan investasi membangun smelter di Kabupaten Lingga. Namun, belum dapat dilakukan karena Perda RTRW Kepri. Untuk menggesa revisi Perda RTRW, DPRD Lingga dalam waktu dekat akan membentuk Pansus Pertambangan,” kata Riono, Selasa (27/2).

Baca Juga :  Syamsiah Bawa Pulang Motor

Riono menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari instansi terkait yang memberikan rekomendasi tata ruang di Kabupaten Lingga.

Sebenarnya, lanjut Riono, ada klausul wilayah pertambangan di Kabupaten Lingga. Namun, hal ini hilang ketika Perda RTRW Kepri disahkan dan itu yang menjadi persoalan.

”Pemkab Lingga juga akan melakukan revisi RTRW, yang disesuaikan dengan Tata Ruang Wilayah Nasional. Hal ini akan mendukung revisi RTRW Kepri, nanti,” ucapnya.

Riono memaparkan, investor smelter yang ingin masuk ke Lingga menawarkan investasi sebesar Rp 15 triliun. Jika hal ini terealisasi, maka bisa dibayangkan berapa kontribusi yang diperoleh pemerintah daerah.

Baca Juga :  Aditya Saputra, Dirujuk ke Jakarta

”Belum lagi serapan tenaga kerja. Lingga saat ini membutuhkan investasi untuk memberikan kontribusi bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan lapangan kerja,” terangnya.

Lebih jauh, terkait potensi pertambangan di Lingga, Riono juga menyayangkan adanya ego sektoral Distamben Kepri yang tidak pernah berkoordinasi dengan Pemkab Lingga dalam memberikan izin pertambangan kepada pengusaha.

”Bukan berarti kami tidak mendukung investasi. Tapi seharusnya sebagai tuan rumah, Pemkab Lingga harus mengetahui apa saja kegiatan yang dilakukan di daerahnya,” imbuhnya.(TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here