Dewan Minta Hentikan Gejolak PPDB

0
131
KETUA Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu (kanan) saat berkunjung ke SDN 016 Tanjungpinang Timur bersama pihak Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, belum lama ini. F-martunas/tanjungpinang pos

Cari DAK, Bangun Dua USB di Tanjungpinang Timur

Tanjungpinang masih kekurangan Unit Sekolah Baru (USB) terutama di Kecamatan Tanjungpinang Timur yang penduduknya sangat padat dan selalu bergejolak saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di pertengahan tahun. Dewan meminta gejolak ini harus dihentikan.

TANJUNGPINANG – Karena itu, berhubung sudah ada lahan kosong untuk pembangunan USB, maka Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang akan mengajak Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang untuk duduk bersama membahas anggaran pembangunannya. Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang Maskur Tilawahyu mengatakan, saat ini sudah ada lahan di Batu 10 dekat water park dan di Perumahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

”Kita sarankan, lahan kosong di Batu 10 itu dibangun SMP dan lahan kosong di Perumahan Air Raja dibangun SD. Tapi anggarannya harus kita cari dari pusat. Kita usahakan dapat DAK (Dana Alokasi Khusus),” ujar Maskur kepada Tanjungpinang Pos, via ponselnya, kemarin.

Tahun ini, kata Maskur ada satu USB yang dibangun pakai dana pusat (APBN) yakni pembangunan SDN 017 di Perumahan Alam Tirta Lestari (ATL) Kecamatan Tanjungpinang Timur.

”Makanya kami akan duduk bersama dengan Dinas Pendidikan nanti membahasnya. Kita akan sama-sama mencari dana ke pusat. Kalau pakai APBD, anggaran kita minim. Jadi kita cari dari pusatlah,” tambahnya.

Politisi Partai Demokrat Tanjungpinang ini mengatakan, apabila dua sekolah itu nanti dibangun, persoalan kebutuhan sekolah di Tanjungpinang Timur belum selesai.

”Tapi sudah mengurangi. Kalau tuntas belum. Karena penduduk Tanjungpinang Timur ini sangat padat dan daerah pengembangan perumahan. Sehingga kebutuhan sekolah sangat mendesak,” ungkapnya.

Sekolah-sekolah yang baru berdiri di wilayah Tanjungpinang Timur, kata Maskur juga masih perlu pembenahan berupa penambahan Ruang Kelas Baru (RKB).

Tahun ini, jelasnya lagi, dua SD di Tanjungpinang Timur sedang pembangunan RKB dan anggarannya dari pusat yakni SDN 016 Perumahan Kenanga Jaya III dan SDN 011 Perubahan Bintan Permai.

Dua sekolah ini, kata dia, selalu membeludak siswa baru. Karena itu, penambahan ruang kelas wajib dilakukan. Sekolah-sekolah lain juga perlu penambahan ruang kelas.

Karena itulah, pihaknya selalu wakil rakyat yang membidangi pendidikan akan terus kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang untuk mencari anggaran dari pusat. Maskur mengatakan, Pemko dan dewan tetap komitmen menyiapkan anggaran pendidikan 20 persen di APBD sesuai undang-undang. Namun, karena APBD Tanjungpinang minim, anggaran yang ada tak mencukupi untuk membangun sekolah baru.

Dijelaskan Maskur, dari empat kecamatan di Tanjungpinang, hanya Kecamatan Tanjungpinang Timur yang kekurangan sekolah. Malah, sudah ada kecamatan yang sekolahnya banyak, tapi siswanya minim. Tanjungpinang Timur merupakan daerah pengembangan kota. Banyak perumahan dibangun developer di daerah ini. Sehingga pertumbuhan penduduknya sangat cepat.

Namun pemerintah daerah kalah cepat dengan pertumbuhan pemukiman dan penduduk di Tanjungpinang Timur, sehingga mengakibatkan siswa membeludak, tapi sekolah kurang dan sekolah yang ada tidak bisa menampung semua siswa yang mendaftar.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here