Dewan Minta Juru Parkir Di-rolling

0
547
MENATA: Juru parkir sedang menata kendaraan roda dua di Jalan Kota Lama tepatnya di Pasar Baru Tanjungpinang. f-RAYMON/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Reni menuturkan, masih ada beberapa kelemahan yang harus diperbaiki Dinas Perhubungan (Dishub) Tanjungpinang terkait tidak tercapainya pendapatan dari retribusi parkir.

Kelemahan paling mendasar yaitu, tidak semua juru parkir memiliki niat memberikan karcis kepada pengguna jasa. Hal ini terlihat sangat sederhana namun membuat pundi-pundi pendapatan sangat berkurang.

”Jika mengharapkan juru parkir memiliki kesadaran memberikan karcis susah. Harus ada metode yang ditemukan agar seluruh juru parkir mau memberikan karcis kepada pengguna jasa,” ujarnya kepada Tanjungpinanang Pos, dalam perbincangan.

Meskipun sebelumnya, Dishub melalui Kabid Darat, M Amin mengakui telah memberikan sanksi kepada beberapa oknum juru parkir yang tak mengikuti aturan. Meski sudah menerapkan hal tersebut masih banyak juru parkir lainnya yang berlaku sama yaitu tak memberikan karcis kepada pengguna jasa.

Persoalan kedua yang berkaitan dengan juru parkir, yaitu masih ada mafia atau penguasaa lahan oleh pihak ketiga. Pungutan liar belum hilang. Padahal tujuan penerapan karcis agar memutus mata rantai tindakan oknum tak bertanggungjawab tersebut.

Realisasinya hingga kini masih ada saja oknum yang meminta setoran kepada juru parkir karena merasa memiliki lahan tersebut. Terkait dua persoalan ini, Beni menyarankan Dishubkominfo melakukan rolling atau pertukaran tempat kepada juru parkir dalam kurun waktu ditentukan.

”Dishub harus kerja cepat merealisasikan pendapatan. Jangan sampai sudah mendarah daging kegiatan oknum tersebut. Tujuan karcis menyumbangkan pendapatan yang maksimal. Selain itu memutus tindakan pungutan liar tersebut,’ tuturnya.

Terkait mekanisme rolling tempat untuk juru parkir, menurutnya sangat mudah. Hal ini tinggal pengaturan saja. Jika hal ini tidak bisa direalsiasikan, maka muncul pertanyaan ada faktor apa disini.

”Ini solusi langkah awal yang saya rasa mudah dilakukan. Perombakan juru parkir jika tak bisa dirubah maka pegawainya saja yang diganti. Ini juga cara memutus rantai tindakan oknum tak bertanggungjawab tersebut,” paparnya.

Wakil Ketua II DPRD Kota Tanjungpinang, Ahmad Dani mengaku sering turun ke lapangan untuk melihat langsung seperti apa kondisi titik parkir.

Ada banyak potensi pendapatan yang perlu diawasi. ”Retribusi parkir sudah meningkat tapi belum maksimal,” tuturnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here