Dewan Minta Juru Parkir Di-rolling

0
751
Parkir: Kendaraan yang berjejer di kawasan Kota Lama dirapikan juru parkir.F-ABAS/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – ANGGOTA DPRD Kota Tanjungpinang, Reni menilai, masih ada beberapa kelemahan yang harus diperbaiki Dinas Perhubungan Komunikasi (Dishub) Tanjungpinang, agar pendapatan dari retribusi parkir maksimal.

Paling mendasar yaitu, tidak semua juru parkir memiliki niat memberikan karcis kepada pengguna jasa. Hal ini terlihat sangat sederhana namun membuat pundi-pundi pendapatan sangat berkurang.

”Jika mengharapkan juru parkir memiliki kesadaran memberikan karcis susah. Harus ada metode yang ditemukan agar seluruh juru parkir mau memberikan karcis kepada pengguna jasa,” ujarnya kepada Tanjungpinanang Pos, dalam perbincangan.

Meskipun Dishub beebrapa kali menyatakan telah memberikan sanksi kepada beberapa oknum juru parkir yang tak mengikuti aturan. Meski sudah menerapkan hal tersebut, masih banyak juru parkir lainnya yang tak memberikan karcis kepada pengguna jasa.

Persoalan kedua yang berkaitan dengan juru parkir, yaitu masih ada mafia atau penguasaa lahan oleh pihak ketiga. Pungutan liar belum hilang. Padahal tujuan penerapan karcis agar memutus mata rantai tindakan oknum tak bertanggungjawab tersebut.

Baca Juga :  RT, RW dan Perangkat Kelurahan Harus Kompak dan Sigap

Realisasinya hingga kini masih ada saja oknum yang meminta setoran kepada juru parkir karena merasa memiliki lahan tersebut. Terkait dua persoalan ini, ia menyarankan Dishubkominfo melakukan rolling atau pertukaran tempat kepada juru parkir dalam kurun waktu ditentukan. “Dishub harus kerja cepat merealisasikan pendapatan yang maksimal. Saya yakin bisa lebih dari Rp 1,5 miliar per tahun bila dipantau,” ungkapnya.

Terkait mekanisme rolling juru parkir, menurutnya sangat mudah. Hal ini tinggal pengaturan saja. Jika hal ini tidak bisa direalsiasikan, maka muncul pertanyaan ada faktor apa disini.

”Ini solusi langkah awal yang saya rasa mudah dilakukan. Bila memang Dishub hingga kini tak siap meenrapkan sistem stiker bulanan. Ini juga jadi pertanyaan,” ungakapnya, sembari menyebutkan belum melakukan pertemuan dengan Kadishub terkait hal ini.

Baca Juga :  Kiki Idola Cilik Hibur Umat Kristiani

Wakil Ketua II DPRD Kota Tanjungpinang, Ahmad Dani juga pernah menyarankan hal ini. Ia bahkan mengaku, pernah turun ke lapangan untuk menghitung titik parkir. Sehingga, mengetahui rata-rata pendapatannya.

Dishub dinilai juga perlu menghitung ulang titik parkir di Tanjungpinang. Menurut informasi diterima titik parkir di Tanjungpinang hanya sekitar 127 titik. Tahun 2009, berdadasarkan hasil penghitungan ia di lapangan, ada 123 titik. Tujuh tahun kemudian, perkembangan kota sudah pesat. Namun, jumlah titik tak meningkat banyak.

”Harusnya bertambah. Apa masih ada parkir liar? Ini harus dihitung ulang di lapangan. Jadi, titik parkir itu benar-benar real. Tidak ada loss potential di sana,” bebernya.

Sebelumnya, Kadishub Kota Tanjungpinang, menuturkan, jika melakukan rolling masih perlu melakukan pembahasan. Apakah dapat dilaksanakan atau tidak. Hanya saja, ia menilai bila untuk kebaikan nantinya akan dibahas komunikasinya. ”Saya belum begitu mendalami karena baru beberapa bulan menjabat. Meski dmeikian, masukan ini akan kami bahas,” paparnya.

Baca Juga :  Kanker Rahim & Payudara Masih Tinggi

Ada anggapan memang, rolling susah dilaksanakan, sebab sebagaian juru parkir sudah nyaman dengan lahan yang kini dikelola. ”Saya terbuka menerima masukan, nanti perlu dibahas mengenai hal ini,” ucapnya.

Ia khawatir, bila melakukan pergesaran akan menimbulkan gesekan-gesekan. Ini juga perlu diantsipasi. Terkait penerapan stiker, diakuinya belum dilaksanakan. Alasannya terkait jumlah pelanggan yang dinilai sedikit.

Berbanding terbalik dengan beberapa anggota DPRD Kota Tanjungpinang yang meyakini, dengan sistem stiker selain memutuskan mata rantai mafia juga memberikan pendapatan yang maksimal ke kasda. ”Saya belum tahu apa alasan Dishub tak menerapkan itu,” tuturnya dan berencana melakukan pertemuan dengan Dishub.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here