Dewan Minta Pelantar Kayu Diganti

0
653
Anggota DPRD Tanjungpinang, Reni turun bersama Kabid CK PUPR Tanjungpinang ke pasar meninjau Fasum f-istimewa

TANJUNGPINANG – Masyarakat mengadukan beberapa pelantar terbuat dari papan diganti menjadi beton. Terkait ini, anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Reni bersama Kabid Cipta Karya (CK) PUPR Tanjungpinang, Irfan dan beberapa stafnya turun ke beberapa lokasi, Kamis (8/11) siang. Diantaranya, di Pasar dan Kampung Bugis.

Dari hasil tersebut, Reni menuturkan, beberapa fasilitas umum (Fasum) perlu diperbaiki. Diantaranya pengaspalan jalan, penanganan genangan air serta pembangunan pelantar beton di kawasan Kota Lama dan Kampung Bugis.

Ia menuturkan, ada beberapa titik pelantar masih terbuat kayu. Ini membuat masyarakat harus sering mengganti papan yang rusak. Bila tidak akan sulit dilalui.

Menurutnya, biaya yang diperlukan untuk mengganti kayu rusak tidak murah. Warga merasa disulitkan.

Untuk itu, Reni berharap pemerintah bisa mengakomodir atau memperbaiki pelantar menjadi beton. Sehingga masyarakat tak perlu mengeluarkan biaya besar secara berkala.

Begitu juga dengan kawasan Pasar Ikan yang sering menjadi langganan banjir saat air pasang disertai hujan. Menurutnya, ini juga perlu diselesaikan melalui OPD terkait sesuai yang diperlukan.

Kondisi ini sudah sering dikeluhkan para pedagang dan pemilik toko di kawasan itu. Bahkan air bisa masuk ke dalam tempat usaha atau rumah mereka.

”Kita berharap Fasum di kawasan itu bisa diperbaiki agar masyarakat dan pengunjung nyaman di kawasan sana,” ungkapnya.

Dituturkannya, ditemui juga pelantar kayu yang dijadikan dermaga kini hampir roboh. Terkait penanganan ini akan dikomunikasikan dengan Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang.

Kabid CK PUPR Tanjungpinang, Irfan menuturkan, untuk pembangunan pelantar di atas laut bisa saja. Terkait besaran biaya masih akan dihitung. Diperkirakan panjang pelantar di kawasan pasar, 200-300 meter dan lebarnya 3 meter. Serta beberapa lokasi lainnya seperti Kampung Bugis 60 meteran.

Terpenting, bila pelantar itu ingin dibangun, harus ada kesepakatan dari pemilik lahan ingin mengibahkan.

”Ini nanti bisa dibantu berkomunikasi dengan lurah dan camat setempat dibantu Bu Reni,” tuturnya.

Begitu juga dengan pengaspalan jalan di kawasan di Pasar Ikan juga perlu dihitung secara teknis. ”Mudahan-mudahan ada anggarannya,” singkatnya.(dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here