Dewan Nilai Pelantikan Dewan Riset Mubazir

0
838
Pelantikan: Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat melantik pengurus Dewan Riset Daerah Kepri di Gedung Daerah Tepilaut Tanjungpinang beberapa waktu lalu. F-istimewa

TANJUNGPINANG – Ketua Komisi II DPRD Kepri Hotman Hutapea mengkritik keras Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang mengukuhkan Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Kepri periode 2017-2021 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (20/12).

Hotman mengaku tidak tahu seperti apa pertanggungjawaban Dewan Riset Daerah.  “Entah kemana cantolannya nanti. Itukan pasti gaji sudah tertera dan ada penjadwalannya dan punya nomenklatur, tapi saya tak negreti akrena tak dapat informasi. Kinerja mereka juga seperti apa, saya tak ngerti apa sama dengan seperti staf khusus. Seharusnya sudah tidak ada lagi,” ujar politikus Partai Demokrat Kepri tersebut, Kamis (21/12) kemarin.

Sebelemumnya, berdasarkan surat keputusan (SK) Gubernur Nomor: 1070 Tahun 2017 tentang Dewan Riset Daerah yang mengukuhkan 12 orang anggota dengan nama-nama sebagai berikut: 1. Syafsir Akhlus (Rektor UMRAH); 2. Nasrudin Harahap (UNRIKA); 3. Jemmy Rumengan (UNIBA); 4. Naharuddin (Kepala Bapelitbang); 5. Syamsul Bahrum (Asisten Bidang Perekonomian); 6. Agung Dhamar (UMRAH); 7. Rina Shahriyani (UIB); 8. Chablullah Wibisono (UNIBA); 9. Daniel Sutopo (Politeknik Batam); 10. Zamzami A. Karim (Stisipol Raja Haji); 11. Heru Supariyadi (Wakil Ketua Umum Kadin Kepri); 12. Andi Anhar Chalid (Pengusaha).

“Jadi pengurus ini pun (dewan riset,red) saya tak tahu masuk ke OPD mana,” terang Hotman.

Hotman bahkan mempertanyakan tujuan gubernur melantik pengurus Dewan Riset. Ia sendiri bertanya, apa yang akan diriset nantinya. “Yang saya tahu, untuk mengatur masalah riset ini, sudah menjadi tugas dan tanggungjawabnya Bapelitbang. Apakah nanti mereka ini, jadi stafnya Bapelitbang,” paparnya.

Saat kepemimpinan mendiang HM Sani, pernah juga ada pengukuhan dewan ekonomi, namun itu isinya para pengusaha.

“Tapi, kalau Dewan Riset ini dirinya tidak habis pikir untuk apa dibentuk serta gaji anggotanya bakal diambil dari pos anggaran yang mana. Tidak ada landasan hukumnya, Tapi kalau dimasukkan dalam struktur Bapelitbang boleh. Jadi seperti penasehat Bapelitbang,” tambahnya.

Saat pelantikan dewan riset daerah Kepri, tampak hadir Ketua Dewan Riset Nasional Bambang Setiyadi. Bambang sempat menyampaikan, bahwa Kepri memiliki kondisi geografis yang sangat strategis untuk itu perlu pengelolaan yang baik serta bahu-membahu dalam menjalankan tugasnya.

“Mengelola daerah yang sebesar ini bukanlah perkara mudah, saat ini sumber daya alam yang saat ini dijadikan sebagai pembangkit ekonomi akan mulai habis seperti minyak, batu bara dan lainnya hanya dalam 1-5 dekade, maka saat ini penyiapan sumber daya manusia yang handal merupakan hal yang penting pula untuk survive menghadapi nya,” ujar Bambang.

Bambang melanjutkan bahwa dengan hadirnya dewan riset daerah untuk Kepri ini diharapkan dapat menjadi mitra Gubernur berserta jajaran dalam mengelola berbagai kebijakan Pemerintah.

Pengukuhan diawali dengan pembacaan naskah keputusan, penandatangan berita acara pengukuhan serta ditutup dengan doa, hadir pada kesempatan tersebut Danlantamal IV Tanjungpinang R. Eko Suyatno, Perwakilan FKPD dan sejumlah Kepala OPD berserta tamu undangan lainnya. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here