Dewan Sebut Pelayanan Kesehatan Menurun

0
625
RUANG TUNGGU: Salah satu pasien saat duduk di ruang tunggu RSUD Encik Maryam Lingga.F-dokumen/tanjungpinang pos

Wakil Ketua I DPRD Lingga, Kamaruddin Ali menilai pelayanan kesehatan yang diberikan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPKB) Kabupaten Lingga maaih jauh dari harapan.

LINGGA – Ironisnya, semakin hari pelayanan bukan membaik malah semakin memprihatinkan. Hal ini berdasarkan masih banyaknya keluhan masyarakat tentang pelayanan kesehatan terlebuh masyarakat di Kecamatan Senayang.

Untuk itu, politisi Partai Golkar ini meminta permasalahan kesehatan di kabupaten dapat ditangani serius. ”Sekian tahun berjalannya Kabupaten Lingga, sekian banyak anggaran yang gelontorkan untuk kesehatan malah pelayanan semakin menyedihkan,” kata Kamarudin Ali, kemarin.

Baca Juga :  APDB Kecil, Daya Serap Anggaran Rendah

Wak Den panggilan akrab Kamarudin Ali mengungkapkan, masyarakat di Kabupaten Lingga perlu dapat pelayanan kesehatan dengan baik bukan menambahkan permasalahan.

Sebab, 15 tahun berada di Kabupaten Lingga begitu banyak pengaduan yang didapat untuk DPRD terkait kesehatan ini.

Sekian tahun berjalan Kabupaten Lingga, malah kesehatan dinilainya semakin merosot tidak memberikan warna.

”Saya tidak tahu titik simpulnya dimana tapi seharusnya meningkat. Masyarakat dapat terlayani dengan baik,” ujar Wakden.

Menurutnya, persoalan ini menjadi tanggungjawab pimpinnan di instansi tersebut. Sebagai pimpinan kepala kepala DKPKB, lanjut Wak Den, harus mampu menunjukan konsep-konsep baru bagaimana pelayanan ini bisa membaik sesuai dengan komitmen Lingga Terbilang.

Baca Juga :  Lingga Dapat Sapi Brahman Cross

Karena kesehatan itu orientasinya pelayanan, bukan hanya sekedar hiporia saja. Sedangkan, pelayanan tersebut sama sekali tidak terjamah masyarakat. ”Jika ditegur, selalu yang diberikan alasan klasik seperti tender yang tidak jelas titik penyelesaian,” sebutnya.

Bahkan pengaduan lainnya, saat ini program kesehatan gratis tetapi belum dirasakan olehmasyarakat. ”Jadi percuma setiap tahun kita bahas anggarannya berapa tetapi tidak mampu memaksimalkan. Jauh sekali berbeda zaman Lufti, ini bisa kita rasakan bagaimana pelayanan dan konsep yang dibuat,” imbuhnya. (TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here