Dewan Tegaskan, Pembangunan Drainase Baloi Harus Tepat Waktu

0
289
KETUA dan anggota Komisi III DPRD Kepri serta pejabat Dinas PUPR meninjau pembangunan dan perbaikan saluran air di Kelurahan Baloi Permai Kota Batam, Selasa (17/7). f-istimewa/humas dprd kepri

BATAM – Komisi III DPRD Provinsi Kepri bersama Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan peninjauan lapangan pembangunan dan perbaikan saluran air di Kelurahan Baloi Permai Kota Batam, Selasa (17/7).

Peninjauan itu dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Kepri Widiastadi Nugroho didampingi Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Provinsi Kepri Nelda. ”Kami melihat pembangunan saluran air di Kelurahan Baloi Permai Batam, sejauh mana perkembangannya,” kata Widiastadi Nugroho usai peninjauan.

Pembangunan saluran air itu saluran air itu sendiri telah dimulai pada tanggal 28 Mei 2018 dan lama pengerjaan yakni 180 hari kerja. ”Nantinya setelah selesai pembangunan saluran air tersebut, akan dilanjutkan sengan dibangun taman sebagai ruang terbuka hijau,” terang Widiastadi.

Menurutnya, ada lahan di sekitar saluran air tersebut sekitar 4-5 meter sehingga bisa dimanfaatkan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain Widiastadi, Wakil Ketua Komisi III Surya Makmur Nasution mengatakan target waktu pelaksanaan tersebut harus sesai dengan jadwal. ”Ini sudah bulan Juli dan pembangunan baru mencapai 18 persen, harus segera diselesaikan agar sesuai dengan target,” Kata Surya Makmur.

Anggota Komisi III DPRD Kepri, Alex Guspeneldi menambahkan jika memang masih ada lahan sisa di sekitar saluran air yang dibangun tersebut harus dibenahi juga. ”Kalau memang tahun ini belum ada anggaran untuk membangunnya, nanti bisa dianggarkan di tahun depan maksudnya agar nanti tidak disalahgunakan lahan tersebut seperti dibangun ruli,” terang Alex.

Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Provinsi Kepri Nelda menanggapi apa yang disampaikan anggota Komisi III DPRD Kepri. ”Insyaallah target pembangunan saluran air tersebut nanti sesuai dengan jadwal, yakni 180 hari kerja,” katanya.

Sedangkan masalah pembangunan yang menyisakan lahan 4-5 meter yang berbatasan dengan pagar Perumahan Plamo Garden dikatakannya bahwa pembangunan tersebut disesuaikan dengan titik koordinat yang telah disepakai. ”Memang rencananya nanti lahan sisa tersebut akan difungsikan sebagai RTH agar tidak terjadi penyalahgunaan lahan tersebut,” terangnya.

Untuk anggaran pembangunan saluran air tersebut dijelaskan Nelda menggunakan APBD 2018 dengan nilai Rp1,125 miliar. ”Untuk pembangunan tahap 2 nanti bisa dianggarkan di tahun depan,” imbuhnya.

Selain Widiastadi Nugroho dan Surya Makmur Nasutian, dalam peninjauan lapangan tersebut hadir juga anggota dewan Joko Nugroho, Alex Guspeneldi, Saproni dan Sahmadin Sinaga. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here