Dewan Turun Antar Air ke Pemukiman

0
409
Petrus M Sitohang

Petrus Ajak Paguyuban Bantu Warga

TANJUNGPINANG – Akibat musim kemarau yang berkepanjangan, dewan menjadi salah satu pengaduan masyarakat yang mengalami krisis air. Setiap hari ada saja masyarakat yang meminta bantuan air.

Inilah yang dialami Petrus M Sitohang, anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang. Dengan fasilitas seadanya, Petrus tetap mengirim air ke rumah warga yang membutuhkan air.

Namun Petrus mengakui, dirinya hanya bisa membantu sedikit warga. Sementara kemarau makin meluas dan sumur warga makin kering, sehingga permintaan bantuan air makin banyak.

Untuk itu, politisi PDIP Kota Tanjungpinang ini mengajak instansi lain, berbagai elemen masyarakat dan paguyuban-paguyuban yang ada untuk membantu warga yang kekeringan.

Petrus juga berharap agar warga yang masih punya air di sumurnya bisa membantu tetangganya yang sudah mengalami kekeringan. Meski harus berbagi dalam kondisi susah, ia berharap kemurahan hati warga yang masih ada air di sumurnya.

Pihak PDAM Tirta Kepri juga harus intens mengantar air ke pemukiman-pemukiman yang sudah mengalami kekeringan total.

Apalagi PDAM memiliki tanki air. PDAM hendaknya bisa menggandeng instansi lain yang bisa membantu mendistribusikan air ke berbagai tempat lebih cepat dan lebih luas.

Baca Juga :  Bonus Atlet dan Pelatih Tanjungpinang Rp900 Juta

Saat ini, sudah banyak warga yang mengeluh kesulitan mendapatkan air untuk mandi dan mencuci. Jangan sampai hal ini berlama-lama dirasakan warga karena bisa menimbulkan masalah baru yakni, penyakit.

Memang, kata dia, apa yang dialami masyarakat Tanjungpinang saat ini karena kondisi alam. Hampir tiga bulan hujan tidak turun. Meski demikian, harus ada solusi jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk solusi jangka pendek, berbagai elemen termasuk pemerintah hendaknya mendistribusikan air ke pemukiman penduduk yang mengalami kekeringan total.

Usaha jual air per tangki saat ini pun kesulitan mendapatkan air untuk dijual ke warga. Karena itu, PDAM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, paguyuban dan instansi lain sudah saatnya ikut membantu. Harus keroyokan menyalurkan air ini.

SWRO Sebaiknya Dikelola PDAM
Petrus mengatakan, Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang dibangun di Batu Hitam Tanjungpinang salah satu upaya menangani krisis air di Tanjungpinang dan saat ini tidak dioperasikan.

Baca Juga :  Tanjungpinang Dikepung Banjir

Anggaran yang disiapkan Pemko khusus untuk SWRO tidak ada. Ia tak tahu pasti persoalannya seperti apa. Petrus menyebutkan, mungkin karena serah terima aset dari pihak kementerian ke Pemko belum selesai.

Kata Petrus, Pemko tidak punya pengalaman untuk mengelola air bersih. Untuk itu, Petrus menyarankan agar SWRO diserahkan ke Pemprov Kepri. Karena Pemprov sudah punya BUMD yakni PT Tirta Kepri (PDAM) yang selama ini sudah mengelola air bersih di Bintan dan Tanjungpinang.

”Kalau Pemko yang memulainya, harus dimulai lagi dari nol. Kan lebih bagus dikelola perusahaan yang sudah pengalaman di bidang itu.

PDAM milik Pemprov kan sudah ada. Sebaiknya diserahkan saja ke Pemprov,” saran Petrus seperti disampaikannya kepada Tanjungpinang Pos, Senin (25/3).

Bangun Waduk Baru
Untuk jangka panjang, kata Petrus, pemerintah daerah harus memikirkan sumber daya air baku. Perlu dibahas bersama lintas pemerintah daerah maupun pusat.

Jika hal ini dibiarkan terus menerus, maka ke depan kondisi air bersih bisa makin parah di Tanjungpinang. Untuk menyediakan sumber air baku, pembangunan instalasi dan pipanya butuh waktu bertahun-tahun.

Baca Juga :  Jangan Naikan HET Gas 3 Kg

Apabila tidak dikerjakan dari sekarang, maka kebutuhan air tidak akan terpenuhi ke depan. Jumlah penduduk bertambah setiap hari dan pembangunan terus berjalan.

Namun, sumber air baku tidak disiapkan. Ini pembangunan yang timpang dari segi kebutuhan utama.

”Selagi masih ada lahan, maka segera lakukan survei. Siapkan lahannya dimana yang cocok untuk membangun waduk. Yang penting, lahannya dulu siapkan, baru anggaran pembangunannya,” pesannya.

Tidak lama lagi, semua lahan akan dikuasai dan banyak pembangunan di tempat itu. Sehingga tidak ada lagi nanti lahan untuk pembangunan waduk.

Petrus mengatakan, persoalan air ini tidak bisa dianggap sebelah mata. Ini merupakan persoalan krusial yang harus diselesaikan. Meski terkesan terlambat, namun mulai saat ini harus dipikirkan.

Petrus mengatakan, kasihan masyarakat saat ini yang kesulitan untuk mendapatkan air mandi. Jangan sampai anak-anak pun kesulitan mandi. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here