Dewan Usul Listrik Batam Naik Bertahap

0
493
Rudi chua

TANJUNGPINANG – Tinggal selangkah lagi pihak Bright PLN Batam akan tersenyum. Usulan mereka untuk menaikkan tarif listrik golongan rumah tangga sudah di depan mata.

Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun melalui Dinas Pertambangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Distamben) Pemprov Kepri sudah menganalisa usulan-usulan PLN Batam tersebut.

Ini artinya, gubernur sudah setuju kenaikan yang diusulkan PLN Batam. Bedanya, dari empat golongan yang diusulkan PLN Batam, pemprov menurunkan persentasenya.

Pemprov sendiri sudah ada angka-angka yang diusulkan ke DPRD Kepri. Kini, PLN Batam tinggal menunggu persetujuan DPRD Kepri. Jika persetujuan ini sudah diperoleh, maka pundi-pundi PLN semakin tebal.

Rudi Chua, anggota Komisi II DPRD Kepri mengatakan, rapat akan dilanjutkan hari ini, Kamis (16/2) di Kantor DPRD Kepri. Untuk menjawab perbedaan data itu, maka Distamben akan membawa pihak PLN Batam.

Ada pun perbedaan data itu terjadi pada harga jual saat ini untuk golongan R1 daya 1.300 VA dan R1 daya 2.200 VA. Di usulan PLN, harga jual mereka saat ini Rp 911/Kwh. Di usulan Distamben harga jual Rp 930/Kwh.

Kemudian, usulan PLN untuk golongan R1 daya 2.200 VA harga jual saat ini Rp 959/Kwh, tapi diusulan Distamben Kepri Rp 970/Kwh.

Tapi, harga kenaikan tarif listrik yang diusulkan PLN untuk R1 daya 1.300 VA adalah menjadi Rp 1.459/Kwh. Sedangkan Distamben mengusulkan kenaikan Rp 1.325/Kwh untuk golongan R1 daya 1.300 VA.

”Perbedaan angka itu membuat kita tak bisa membahasnya. Masih berkutat di perbedaan angka. Makanya, kita lanjutkan besok (hari ini). Jadi, kita berharap kita jangan berkutat di pembahasan perbedaan angka lagi,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (15/3).

Ia mengatakan, anggota dewan memahami kondisi PLN saat ini dan anggota dewan tidak menolak kenaikan itu.

”Ini gambaran yang saya lihat ya. Tak tau apa kawan-kawan lain menolak sepenuhnya. Tapi yang saya lihat, kawan-kawan bisa menerimanya,” jelasnya.

Hanya saja, anggota dewan tidak setuju dengan kenaikan usulan setinggi permintaan PLN Bright Batam yang meminta tarif golongan R1 daya 1.300 VA menjadi Rp 1.459/Kwh dari sebelumnya Rp 911/Kwh.

”Itu terlalu tinggi di tengah kondisi saat ini. Kalau kami (Fraksi Hanura), kenaikan itu bisa sampai 47 persen. Namun jangan naik sekaligus,” tambahnya.

Ia mengatakan, Hanura menginginkan jika terjadi kenaikan, maka harus bertahap. Misalnya, jika kenaikan 50 persen, maka dilakukan bertahap. Triwulan pertama naik 25 persen dan triwulan kedua naik 25 persen. Sehingga masyarakat tidak terlalu terbebani.

Lalu, apakah rapat hari ini sudah menjadi final pembahasan, Rudi Chua mengatakan, tergantung peserta rapat. Bisa saja, belum ada hasilnya.

Namun, bila sudah ada angka yang ditetapkan, maka akan disampaikan ke pimpinan DPRD.

”Bisa saja nanti pimpinan minta pendapat fraksi sebelum ditetapkan jadi persetujuan DPRD. Ini belum tahu seperti apa nanti polanya,” ungkapnya lagi.

Ini usulan kenaikan PLN Batam: Golongan R1 daya 1.300 VA semula Rp 911/Kwh menjadi Rp 1.459/Kwh. Golongan R1 daya 2.200 VA semula Rp 959/Kwh menjadi Rp 1.360,49/Kwh. Golongan R1 daya 3.500-5.500 VA semula Rp 1.422/Kwh menjadi Rp 1.508,67/Kwh dan golongan S3 semula Rp 844/Kwh menjadi Rp 885,63/Kwh. (mas)

Sedangkan usulan Distamben Pemprov Kepri adalah S3 daya >200 VA semula Rp 844/Kwh menjadi Rp 885,63 (naik 4,9 persen), R1 daya 1.300 VA semula Rp 930/Kwh menjadi Rp 1.352,56 (naik 45,4 persen), R1 daya 2.200 VA semula Rp 970/Kwh menjadi Rp 1.360,48 (naik 40,2 persen) dan R1 daya 3.500-5.500 VA semula Rp 1.422/Kwh menjadi Rp 1.508,67 (naik 6,09 persen)

PLN Batam mengusulkan kenaikan tarif untuk empat golongan yakni S3 (sosial), R1 daya 1.300 Volt Ampere/VA) untuk rumah tangga kecil tegangan rendah, R1 daya 2.200 VA untuk rumah tangga kecil tegangan rendah, R1 daya 3.500-5.500 VA untuk rumah tangga menengah tegangan rendah, dan R3 daya daya 6.600 VA untuk rumah tangga besar tegangan rendah. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here