Dewi Kumalasari Dinobatkan sebagai Bunda Peduli Perlindungan Anak

0
638
BERI HADIAH: Dewi Kumalasari Ansar menyerahkan hadiah kepada anak pemenang lomba fashion show, sejalan dengan lomba mewarnai di Kijang, Minggu (7/5) kemarin. F-istimewa

BINTAN – Mantan Ketua PKK Kabupaten Bintan Hj Dewi Kumalasari Ansar dinobatkan sebagai Bunda Peduli Perlindungan Anak, oleh Forum Anak Kabupaten Bintan.

Penobatan di sela kegiatan lomba mewarnai dan fashion show anak Bintan, di City Walk Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Minggu (7/5) kemarin. Penobatan ditandai dengan penyerahan caping kepada istri mantan Bupati Bintan Ansar Ahmad ini.

Kegiatan penobatan Bunda Peduli Perlindungan Anak tersebut, merupakan satu bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Ikatan Pengusaha Muslimah (IPEMI) Provinsi Kepri.

Kegiatan yang dilaksanakan IPEMI Kepi di City Walk Kijang ini antara lain fashion show dari bahan bekas daur ulang, lomba mewarnai gambar, festival permainan tradisional dan bazar pakaian muslimah.

Ketua Forum Anak Bintan Eka Bambang mengatakan, peran Dewi Kumalasari dalam perlindungan anak di Bintan cukup besar. Tidak hanya kontribusi pemikiran menyangkut persoalan anak, Dewi Kumalasari memberikan andil besar terhadap dunia anak Bintan, melalui kepedulian yang nyata. Termasuk program-program dan kegiatan, serta bantuan yang menyentuh terhadap anak-anak Bintan.

”Justru itu, kami nobatkan beliau sebagai Bunda Peduli Perlindungan Anak. Peduli terhadap nasib anak, berarti peduli terhadap masa depan bangsa,” tutur Eka Bambang.

Dewi Kumalasari Ansar mengatakan, masalah anak-anak harus menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya orang per orang, keluarga dan lingkungan, tetapi pemerintah juga harus mengambil peran penting dalam menjamin perlindungan anak-anak.

”Kita melihat sesuai laporan Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri, yang menunjukkan tren kenaikan persoalan kekerasan dan kasus yang menyangkut masalah anak-anak kita. Ini harus menjadi perhatian bersama agar kasus kekerasan terhadap anak bisa ditekan dan diminimalisir,” jelas Dewi Kumalasari.

Dijelaskannya, tahun 2014 kasus kekerasan terhadap anak mencapai 222 kasus. Sementara tahun 2015 ada 223 kasus. Sampai Agustus 2016, jumlah kasus tentang kekerasan terhadap anak sudah mencapai 181 kasus.

”Ini persoalan serius. Pemerintah bersama seluruh stakeholder harus mencari solusi bersama agar kasus kekerasan terhadap anak tidak terjadi lagi di Kepri,” tuturnya.

Dewi Kumalasari Ansara juga berharap, agar peran lembaga/organisasi seperti PKK, LPMK/LKMD, karang taruna, dan ormas lain untuk turut andil dalam mencegah kekerasan terhadap anak.

”Dengan memaksimalkan komunitas dan masyarakat dalam perlindungan anak, saya yakin kasus-kasus kekerasan terhadap anak bisa kita minimalisir,” tutup Dewi Kumalasari. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here