Di Bumi Segantang Lada, Semua Bersaudara

0
261
WARGA suku karo di Kabupaten Bintan menari bersama di malam pentas seni, di halaman Gedung Nasional Tanjunguban, Sabtu (17/11) malam lalu. f-istimewa

TANJUNGUBAN – Ratusan warga karo Sumatera Utara menikmati malam pentas seni gendang guro-guro aron, dengan tema Mburo Ate Tedeh, Sabtu (17/11) malam lalu. Kegiatan ini menjadi momen untuk meningkatkan silaturahmi serta persatuan suku dan paguyuban di Kabupaten Bintan.

Saat rentak musik karo mengalun, sejumlah penari karo langsung berlenggok, sambil mengenakan ulos. Sudah bisa ditebak, kain tenun yang dipakai ini menandakan si penari berasal dari Sumatera Utara. Suasana kekeluargaan semakin erat, tatkala beberapa orang panitia dan sesepuh karo memasangkan ulos kepada Bupati Bintan H Apri Sujadi, bersama Ketua PKK Bintan Hj Deby Maryanti.

Prosesi ini melambangkan, setiap insan itu selalu bersama dan bersaudara. Seorang panitia pelaksana Tarigan (34) menjelaskan, kegiatan ini menjadi satu langkah meningkatkan solidaritas sesama. Setelah itu dibingkai dengan keserasian bermasyarakat dalam keberagaman.

”Kegiatan ini bisa disebut sebagai pengobat rindu, terhadap kampung halaman tanah karo. Hanya saja, di sini tidak bisa kami nafikan, kalau kami adalah bagian dari masyarakat Melayu. Masyarakat karo di sini, siap untuk bersama-sama mengambil bagian dalam pembangunan, sesuai dengan porsinya masing-masing,” ujar Tarigan.

Bupati Bintan H Apri Sujadi menyebutkan, di Kabupaten Bintan ada puluhan suku dan paguyuban nusantara. Satu di antara puluhan itu suku karo dari Sumatera Utara. Pemkab Bintan kata H Apri Sujadi merasa bangga ketika ada pentas seni karo gendang guro-guro aron.

Kegiatan ini menggambarkan, setiap orang punya asal muasal tersendiri, yang tentunya berbeda. Justru itu, Pemkab Bintan selalu mengingatkan agar semua warga Bintan terus meningkatkan nilai persatuan dan selalu menjunjung tinggi nilai toleransi.

”Sekarang kita berada di negeri Melayu. Semua yang berada di Kabupaten Bintan, secara tidak langsung telah menjadi bagian dari kemelayuan daerah. Dari mana pun berasal, di bumi segantang lada pun kita saudara,” tutur H Apri Sujadi. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here