Di Laut Tak Boleh Sombong

0
646
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun nyanyi dan joget bersama dengan keluarga pelaut Kepri di Hotel CK Batu 8 Tanjungpinang, Senin (22/5). f-martunas/tanjungpinang pos

Gubernur Lantik Pengurus Kesatuan Pelaut Kepri

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Nurdin meminta agar pekerja laut jangan sombong terutama di laut. Karena sangat banyak ujian di laut.

TANJUNGPINANG – NURDIN mengatakan, bekerja di laut harus sungguh-sungguh. Bahkan, bekerja di laut butuh tenaga dan kerja keras serta pengalaman dan pengetahuan yang dalam.

Jika sombong di laut, maka banyak cobaan. Hal ini dikatakan Nurdin saat membuka acara Deklarasi dan Pelantikan Pengurus Daerah Kesatuan Pelaut Kepri Periode 2017-2022 dan Seminar tentang Kemaritiman di Hotel CK Batu 8 Tanjungpinang, Senin (22/5).

”Satu menit aja kita sombong di laut, ujian dari Maha Pencipta langsung datang. Entah itu ombak besar,” ujarnya dalam kata sambutannya.

Sebagai mantan pelaut, dia sangat memahami bagaimana risiko dan beratnya di laut. Harus serius dan tidak boleh sombong. ”Satu menit pun jangan sampai sombong. Saya pesankan ini,” tambahnya lagi.

Namun, bekerja di laut diakuinya banyak duit. Saat ini, orang-orang yang pengalaman di laut gajinya cukup besar. Bisa sampai 5.000 US dollar sebulan.

”Mereka ini (sambil menuju salah satu kapten) pukulannya besar. Mereka milih kapal langsung, Asia, Eropa. Mereka mau yang pukulannya besar. Sekali melaut, hasilnya banyak,” katanya didampingi sejumlah pelaut.

Saat ini, para pelaut senior itu terkadang mengabdi di darat untuk masyarakat. Ketika dibutuhkan tenaganya, mereka kembali berlayar.
Berdasrakan informasi yang diterimanya, di Indonesia, kata Nurdin, kebutuhan pelaut itu sekitar 10 ribu orang terutama di bidang neutical.

Di dunia, kebutuhan itu sekitar 45 ribu orang. Sehingga, masih banyak tenaga kerja yang dibutuhkan di kapal. Gajinya juga lumayan besar.
Karena itu, Kepri sangat membutuhkan sekolah maritim dan ini sudah sangat ditunggu masyarakat.

Orang-orang pelaut juga memiliki ilmu pengetahuan di berbagai disiplin ilmu. Para pelaut bukan hanya pintar dalam operasional.

Namun, banyak ilmu pengetahuan yang diketahuinya. Karena itu, pelaut dan orang pekerja darat tidak jauh beda pengetahuannya untuk ilmu bidang lainnya. Kepada para pelaut, Nurdin mengingatkan agar bekerja keras. Apalagi di Kepri, prospek maritimnya masih bagus dan menjanjikan.

”Saya masih ingat pesan pak Presiden, kita harus kerja keras. Gunakan waktu sebaik-baiknya untuk bekerja. Potensi kita masih sangat banyak,” pesannya.

Setelah menyampaikan kata sambutan, sebagai mantan pelaut, Nurdin menyanyikan lagu ‘Balada Pelaut’. Nurdin benar-benar hafal semua lirik lagu dan bernyanyi kuat dengan suaranya yang khas. Selain Nurdin, hadir juga Rini, putri mendiang almarhum HM Sani. Saat itu, Rini dan Nurdin korban bernyanyi dan berjoget bersama para pelaut.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here