DI Panjaitan Bukan Jalan Beton

0
539
BERLUBANG: Terlihat pengendara sepeda motor yang melintas mengindari lubang di Jalan DI Panjaitan, Km 8 Tanjungpinang.F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – PDAM Tirta Kepri tak kunjung mengaspal bekas galian pipa air bersih yang mengakibatkan jalan tak mulus. Terkait hal ini membuat Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah geram.

Harusnya, usai melaksanakan galian pipa pihak PDAM Tirta Kepri wajib memperbaiki kembali seperti semula. ”Jalan DI Panjaitan itu bukan jalan beton harusnya diperbaiki seperti awal kembali,” kata Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Kalau jalan beton, wajar jalan itu diberikan rakitan besi hingga di cor dengan semen yang sudah tercampur dengan pasir dan batu berukuran kecil. ”Jalan itu kan aspal, baiknya diperbaiki menggunakan bahan yang sama. Jika tidak hasilnya seperti sekarang tak rapi membuat pengendara kesal,” paparnya.

Baca Juga :  Butuh Tiga Hari Bongkar Muat Satu Kapal

Jalan protokol tersebut selalu dilalui kendaraan roda dua, empat dah bahkan yang membawa muatan berat. Jadi sudah seharusnya jika mulus. ”Tengoklah jalan yang sudah disemen saja masih terlihat lubang. Lubang itu sangat berbahaya sekali buat pengendara yang melintasi di jalan tersebut. Pengendara bisa jatuh karena menghindar maupun menambrak,” terang dia.

Oleh karena itu, ia minta pertanggungjawaban dari pihak PDAM Tirta Kepri untuk merapikan jalan raya yang sudah digalinya. ”Berani berbuat, harus berani bertanggungjawab. Karena pemerintah selalu disalahkan oleh masyarakat. Jalan berlubang dibiarkan. Padahal, yang melubangi jalan itu bukan pemerintah,” sebut dia.

Baca Juga :  Liburan, Jumlah Penumpang Menurun

Kesempatan ini, Tonon, salah satu pengendara yang sedang berhenti di Jalan DI Panjaitan, Km IX Tanjungpinang, meminta pihak PDAM Tirta Kepri untuk segera mengaspal jalan yang sudah digalinya.

Jangan terkesan lempar tanggung jawab dengan Satker PJN yang merupakan penanggungjawab jalan. ”Selama ini kesannya lempar tanggung jawab. Satker katanya mau perbaiki, buktinya sampai kini tidak ada. Bahkan infonya pemeliharaan jalan berada di PU Provinsi lagi,” paparnya.

Harusnya sudah diperbaiki, supaya pengendara khususnya sepeda motor yang melintasi jalan tersebut merasa nyaman. ”Jangan dibiarkan begitu saja. Kasihan pengendara sepeda motor seperti saya ini. Kalau kami jatuh, dikarenakan menabrak lubang, siapa yang mau tanggung jawab,” tanya dia ke awak media yang sedang berbincang dengannya.

Baca Juga :  Warga Air Raja Butuh Pembangunan Infrastruktur

Ia berharap, PDAM Tirta Kepri untuk segera mengembalikan kondisi jalan raya seperti semula sesuai ketentuan. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here