Di Tanjungpinang, UAS Tegas Tolak Jadi Cawapres

0
3111
Ustaz Abdul Somad (UAS) ketika memberikan tausiah pada Tablig Akbar di Lapangan Pamedan Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (7/8) malam. F-Suhardi/Tanjungpinang Pos.

TANJUNGPINANG – Ustaz Abdul Somad (UAS) sekali lagi ingin menegaskan dirinya menolak dijadikan sebagai calon wakil presiden.

Penegasan ini disampaikannya di hadapan puluhan ribu orang yang menghadiri Tablig Akbar di lapangan Pamedan Ahmad Yani Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (7/8) malam.

Keputusan ini sudah bulat. Bahkan ia tidak mempermasalahkan jikalau apa yang ditempuhnya ini ditentang sejumlah khalayak.

“Terserah, siapa pun yang tidak setuju, silakan,” tegas UAS.

Bukan maksud hendak mengecewakan. UAS punya alasan yang membuatnya ingin senantiasa istikamah pada jalur dakwah yang telah lama ditekuninya. Sebuah alasan yang ia mohon bisa diberi permakluman oleh khalayak.

“Akan tetapi dalam masalah ini (cawapres), saya memang sudah azam, karena datuk saya dulu sudah mewakafkan kebun untuk menyekolahkan saya agama. Apa kata datuk saya, cucuku 40 orang, tapi yang satu ini harus sekolah agama,” ujar dari 41 tahun ini.

“Karena pesan datuk dulu, cucuku yang ini harus sekolah agama, dia harus jadi ulama, nanti kalau dia pulang, mencerdaskan umat, kalau aku hidup kebun kelapa dua hektare untuk sekolah dia, kalau aku hidup aku menyekolahkan dia, kalau aku mati kebun kelapa 2 hektare untuk sekolah dia,” kenang UAS.

Atas penghormatan kepada kakeknya ini yang kian mengukukuhkan pendirian UAS bahwasanya jalur dakwah adalah jalur pengabdian yang ingin ditempuhnya sampai kapan pun nanti.

Dengan penegasan yang diutarakan di Tanjungpinang ini pula, sepertinya kian pupus keinginan sejumlah elite politik yang hendak mendampingkannya sebagai cawapres untuk Prabowo Subianto pada palagan pemilihan presiden 2019 mendatang.

Penegasan ini setarik-lurus dengan apa yang pernah tersampaikan dalam akun resmi Instagram @ustazabdulsomad yang diunggah pada 30 Juli lalu.

“Setelah Sayyidina Umar bin Khattab wafat, sebagian Sahabat ingin membaiat Abdullah (anak Sayyidina Umar) sebagai pengganti. Beliau menolak lembut, karena bidang pengabdian ada banyak pintu. Fokus di pendidikan dan dakwah,” tulisnya. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here