Di Tengah Laut, Putar Haluan ke Malaysia

0
183
KLM Berdikari 09 yang diamankan KRI Teuku Umar (TUM). f-hardiansyah/tanjungpinang pos

Kelabui Petugas, Penyelundup Rotan Pura-Pura Menuju Natuna

Meski sudah berusaha mengelabui petugas dengan berpura-pura menuju Natuna, dan di tengah putar haluan ke Malaysia, namun aksi penyelundup tetap ketahuan.

NATUNA – Penyelundup dengan kapal KLM Berdikari diduga kuat akan melakukan penyelundupan rotan dari Gresik, Jawa Timur dengan tujuan Kuching, Malaysia.

Kapal tersebut mengelabui petugas dengan modus dokumen pelayaran tujuan Natuna, namun di tengah perjalanan mereka membelokkan arah menuju ke Malaysia.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yudho Margono S.E M.M, didampingi Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama, R Eko Suyatno S.E M.M dan Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan S.E menjelaskan kejadian itu saat jumpa pers di Lanud Raden Sadjad Ranai, Minggu (28/10).

Pada kesempatan itu, Laksda Yudho menyatakan bahwa, pada hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2018, sekitar pukul 11.00 WIB, KRI Teuku Umar (TUM) – 385 yang sedang menjalani tugas Operasi Benteng Sagara 18 telah menangkap sebuah Kapal Layar Motor (KLM) Berdikari 09 yang memuat rotan sebanyak 194 ton.

”Kapal itu ditangkap saat sedang mengarah ke Kuching Malaysia, tepatnya di sebelah utara Tanjung Datuk, Desa Teluk Buton, Kecamatan Bunguran Utara. Kapal itu diduga menyalahi dokumen pelayaran dan terbukti hendak menyelundupkan rotan ke Malaysia,” jelas Laksda Yudho.

Selanjutnya kapal itu dikawal menuju Pelabuhan Posal Sabang Mawang, Kecamatan Pulau Tiga dan KLM Berdikari telah tiba di pelabuhan Sabang Mawang pada hari Minggu 28 Oktober 2018.

”Karena kita tidak memiliki kewenangan untuk penyidikan atau penanganan kapal yang melakukan penyelundupan hasil bumi, maka selanjutnya diserahterimakan ke Lanal Ranai untuk proses hukum lebih lanjut,” tambahnya.

Menurut Laksda Yudho, penyelundupan hasil bumi dari Indonesia menuju negara tetangga Malaysia itu sudah sering terjadi. KLM Berdikari 09 merupakan salah satu kapal yang sudah diintai dan menjadi Target Operasi (TO).

”Ini bukan yang pertama kali kapal tersebut menyelundupkan rotan ke Malaysia, sebelumnya juga sudah sering dan pernah mereka lakukan,” sebutnya

Ia mengatakan, mengingat luasnya perairan Natuna dan berbatasan dengan negara tetangga, maka perairan ini dinyatakan rawan terjadi penyelundupan barang dari jalur laut dan pencurian ikan oleh nelayan asing.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here