Dibagi ke Pesantren, untuk 2.000 Santri

0
587
WAWAKO Batam Amsakar menyalami tamu saat penyerahan ikan kepada anak pesantren di Nongsa, Selasa (11/12).f-istimewa/humas pemprov kepri

Tak Ada Izin, Kapal Pengangkut Ikan 26 Ton Diamankan KKP

Pondok pesantren dan panti asuhan se-Kota Batam menerima hibah ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebanyak 5 ribu Kg. Selain itu, digelar acara makan ikan bersama 2.000 santri.

BATAM – Ikan yang diserahkan kemarin merupakan ikan gembung, hasil tegahan yang sudah menjalani proses pemeriksaan dari Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM).

Penyerahan ikan dan makan bersama dilakukan di Pondok Pesantren Darul Falah, Kecamatan Nongsa, Batam, Selasa (11/12). Ikan tegahan ini tak hanya dibagikan di Kota Batam, tapi juga ke pesantren di Pekanbaru dan beberapa daerah di Pulau Jawa.

”Ikan yang dihibahkan ini adalah hasil penegahan kegiatan pemasukan yang tak sesuai prosedur. Tak ada izin impor,” kata Kepala Pusat Sistem Standarisasi dan Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM), Teguh Samudra.

Disebutkannya, jenis ikan yang diberikan bermacam-macam, seperti ikan makarel dan ikan gembung. Total 26 ton ikan hasil pencegahan kapal di perairan Batam pada Agustus lalu.

Baca Juga :  Meski Mahal, yang Penting Nyaman-Praktis

Setelah melalui proses koordinasi dengan instansi terkait, serta dilakukan uji laboratorium, ikan tersebut dinyatakan masih bagus dan layak konsumsi. Ada beberapa pilihan terkait ikan tegahan ini, yaitu diekspor kembali atau dimusnahkan.

”Atas saran dari pimpinan, supaya digunakan untuk para santri. Agar lebih meningkatkan kesehatan, kecerdasan, sekaligus menggugah kesadaran santri tentang manfaat ikan dan laut,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Batam terhadap kegiatan ini. Wilayah Batam dan Kepulauan Riau yang didominasi laut harus dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat.

”Kepri 96 persen laut, soal ikan sudah sangat familiar. Batam 67 persen laut, cerita tentang ikan ini sudah sangat umum. Dan alhamdulillah cerita tentang ikan ini tak ada yang negatif. Tak ada yang bilang makan ikan buat stroke. Justru mengatakan perbanyaklah makan ikan. Makan ikan banyak, anak-anak akan hebat,” kata Amsakar.

Baca Juga :  Pengawak Posal/Posmat Ikuti Pembekalan LDD

Menurutnya pilihan untuk diadakan di pesantren ini sudah tepat. Dikatakan kegiatan KKP ini akan memberikan kontribusi bagi pesantren. ”Menjadi penting bagi kita untuk mendorong generasi kita tumbuh kembang jadi generasi yang hebat dan kuat. Tantangan sekarang tak bisa diprediksi. Semua penuh lompatan,” ujarnya.

Dimana, dinilai beberapa kegiatan konvesional hanya berusia singkat. ”Kalau tidak dicermati fenomena demikian itu, generasi di depan kita ini akan jadi generasi yang kaku, gagu mencermati perkembangan zaman,” kata dia.

Di sisi lain, kata Amsakar, pada 2035 Indonesia diestimasi menjadi negara dengan bonus demografi tinggi. Kalau sejak dini tidak dipersiapkan maka pertumbuhan anak-anak ini akan jadi persoalan bagi Republik.

”Santri ini dalam banyak hal diasumsikan sebagai kelompok pelajar yang konvensional, tradisional. Pada kenyataannya kita dikejutkan beberapa santri hebat di negeri ini,” tuturnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri, Edi Sofyan mengatakan angka konsumsi ikan di Kepri sudah berada di atas rata-rata nasional. Tingkat konsumsi ikan Kepri 55,79 Kg per kapita per tahun. Sementara nasional sebanyak 54,49 Kg per kapita per tahun.

Baca Juga :  Kemenhub Semena-mena di Kepri

”Kita orang pulau ini tak ada ikan tak makan. Dari kecil sudah makan ikan. Dengan program ini anak-anak kita bisa makan ikan. Mudah-mudahan jadi sehat, gizi bagus, belajar dengan baik, sehingga menjadi anak cerdas beriman,” kata Edi.

Saat ini tingkat konsumsi ikan di Indonesia berada di angka 54,49 Kilogram per tahun, lebih rendah dibandingkan Jepang yang mengonsumsi ikan di atas 60 kilogram per tahunnya.

Untuk Kepri sendiri, meskipun angka konsumsi ikan sebanyak 55,79 Kilogram per tahun yang berada di atas rata-rata nasional, teguh berharap warga Kepri bisa meningkatkan kegemarannya mengonsumsi ikan.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here