Dibutuhkan di SD dan Menjadi Prioritas di Madrasyah

0
244
Kaprodi PGMI STAI MU Muhammad Nur M.Pd.I dua hari kanan dan Urai Ferry haryanto, M.Pd foto bersama dua dosen lainya usai acara Wisuda mahasiswa STAI MU di Hotel Komporta beberapa waktu lalu.

* Melihat Program Studi PGMI di STAI MU Tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Minat menjadi guru agama Islam di Kepri cukup tinggi. Inilah yang mendasari pihak Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI MU) Tanjungpinang membuka jurusan Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Hanya saja, masih banyak warga Kepri yang ingin menjadi guru agama namun tidak mengetahui ada jurusan ini, hingga memilih kampus lain di luar daerah untuk bisa mendapatkan gelar sajana (S1) PGMI. Padahal, jurusan PGMI di Kepri hanya ada satu-satunya dan ada di STAI-MU yang kampusnya ada di Batu 11 Tanjungpinang.

Menurut Kepala program Studi (Kaprodi) PGMI, STAI MU Tanjungpinang Muhammad Nur, M.Pd.i, jurusan ini sudah ada di STAI MU sejak 2014 lalu. “Alhamdulillah sudah ada 5 orang yang diwisuda bersama dengan 120 mahasiswa jurusan lain STAI MU pada Sabtu, 20 Oktober lalu di hotel Komporta Tanjungpinang,” sebut Muhammad Nur saat bincang-bincang dengan Tanjungpinang Pos, Sabtu (4/11).

Untuk lulusan jurusan Sarjana (S1) PGMI, sambung Muhammad Nur, gelarnya juga Sarjana Pendidikan atau biasa disingkat S.Pd. Prodi ini sudah akreditasi C dan kini mahasiswa jurusan ini ada 70 orang. Minimnya mahasiswa jurusan PGMI, karena banyak yang belum tahu meski kita sudah berupaya menyosialisasikan,” sebutnya.

Kata Muhammad Nur, jurusan PGMI STAI ini berdiri untuk melahirkan guru kelas yang kompetitif dan profesional dalam menjalani profesi pendidikan dan keguruan serta pengembangan ilmu keguruan pada jenjang MI dan SD dengan mengintegrasikan keislaman.

“PGMI STAI MU selalu berkeinginan untuk menghasilkan guru kelas MI/SD yang kompeten dengan menerapkan pembelajaran yang bermutu. Selain itu, kita selalu melaksanakan penelitian dalam rangka pengembangan keilmuan dan karya inovatif. Ada juga pengembangan budaya akademik bagi para civitas akademika yang islami serta mengembangkan kemitraan dengan berbagai lembaga pemerintah satuan pendidikan dan lembaga lainnya baik lokal maupun nasional,” terang Kaprodi Muhammad Nur.

Target program studi PGMI ini, sambungnya, untuk menghasilkan guru kelas MI/SD yang profesional, menghasilkan penelitian bidang pendidikan dasar MI/SD yang mengintegrasikan keilmuan dan keislaman. “Selain itu, target kita adalah menghasilkan jalinan kerjasama yang relevan dengan program studi serta terlaksananya pengabdian masyarakat dalam mengembangkan keilmuan, keislaman dan profesi kependidikan,” tuturnya.

Beberapa waktu lalu, sebutnya, pihaknya sudah audiensi dengan bupati Bintan untuk mendukung program pemerintah agar terwujudnya sekolah religius.

“PGMI ini bukan PGSD. Di PGMI diberikan bekal Ilmu agama untuk diajarkan pada mata pelajaran di jenjang madrasah. Lulusan PGMI dapat mengikuti sertifikasi-sertifikasi. Harapan kita, ke depan mahasiswa semakin banyak, sehingga dapat dibuka kelas extension yang jumlahnya minimal untuk kelas pekerja. Selama ini, banyak pekerja yang beranggapan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah hal yang sulit dari sisi ekonomi dan waktu. Jurusan STAI MU ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi para pekerja, karena jam kuliah bisa ditentukan sesuai dengan waktu luang pekerja dan biayanya sangat murah,” terangnya.

Pada wisudawan STAI MU 20 Oktober lalu, sambung Kaprodi PGMI, ada orasi ilmiah tentang PGMI. “Jangan heran jika guru ngaji di Kepri ke depan akan diisi oleh guru-guru dari Malaysia karena jarak kita yang dekat kalau pemerintah daerah tidak ikut membantu menyosialisasikan PGMI STAI MU. Saat ini prodi PGMI masih satu-satunya di provinsi Kepri,” ulangnya.

Menurut Muhammad Nur, tujuan umum dari Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah ini adalah untuk menghasilkan lulusan yang terampil dan mahir berpendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah yang bermanfaat.

“Guru Madrasah Ibtidaiyah merupakan guru kelas yang dituntut untuk mengajar seluruh materi di kelas yakni materi ke-SD-an dan ke-Pondok pesantrenan. Sekarang Madrasah Ibtidaiyah menjadi sekolah yang favorit di masyarakat. Sudah banyak madrasah yang berkembang dan sebagai madrasah modern yang model. Selain bisa mengajar SD, syarat menjadi guru MI kini harus berijazah S-1 PGMI. Ini sesuai UU.No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen,” sebutnya.

Kata Muhammad Nur, kuliah di PGMI tidaklah sulit, namun tidak juga mudah. Program studi PGMI berbeda dengan kuliah program studi lainnya. Kuliah di program studi PGMI sangat menyenangkan karena selain mendapatkan ilmu pengetahuan umum, juga mendapatkan ilmu pengetahuan agama, yang nantinya menjadi modal untuk kita sebagai guru dalam mengajarkan kepada peserta didiknya.

“Guru lulusan PGMI tentu menguasai kemampuan pedagogika guru dalam proses pembelajaran serta penguasaan ilmu yang dibutuhkan dan menyangkut berbagai hal terkait mata pelajaran di MI maupun SD,” terangnya. (jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here