Didenda Rp 1,5 Miliar, Nelayan Asing Kabur

0
584
PENJELASAN: Kajari Natuna Efrianto SH MH saat menjelasan terkait kaburnya terdakwa illegal fishing. f-hardiansyah/tanjungpinang pos

NATUNA – TERPIDANA kasus Illegal Fishing Huang Anh Chrong (25) melarikan diri dari kantor Kejaksaan Negeri Natuna, Kamis lalu.

Huang Anh Chrong melarikan diri, diduga lantaran tidak mampu membayar uang denda sebesar Rp 1,5 miliar atau subsider lima bulan kurungan atas putusan pengadilan perikanan pada Pengadilan Negeri Ranai. Pria berkewarganegaraan Vietnam itu, rencananya akan dieksekusi menuju rutan Tanjungpinang tanggal 7 Mei 2017.

Namun, sebelum diberangkatkan, dirinya memilih kabur dengan membawa rekannya Truong Van Thom (31) yang masih berstatus terdakwa. Keduanya merupakan nakhoda kapal asing yang menangkap ikan di perairan ZEE Indonesia.

”Diketahui kalau keduanya melarikan diri, malam itu sempat membantu petugas keamanan menghidupkan mesin genset. Setelah itu kita tidak lagi melihat keduanya saat petugas akan membawa Terdakwa Truong Van Thom (31) untuk mengikuti sidang tuntutan,” ungkap Kajari Natuna, Efrianto, SH MH di kantornya, Selasa (2/5).

Efri mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua aparat keamanan lintas sektor. Namun, sudah hampir sepekan, terdakwa hingga kini belum ditemukan.

”Tidak ada yang perlu disalahkan dalam kejadian ini. Karena memang, terdakwa bukan tahanan. Sehingga tidak disel dan diberikan kebebasan untuk beraktivitas sesuai dengan aturan yang berlaku,” papar Efri.

Efri menambahkan, kedua terdakwa yang melarikan diri merupakan titipan dari Anambas.

”Jika masyarakat menganggap itu salah kami, jujur saya katan tidak sepenuhnya salah Kejaksaan. Karena yang kabur ini status hukumnya bukan tahanan. Bahkan sejauh ini, kita belum mendapat laporan dari warga, kalau ada kehilangan perahu kayu,” jelasnya.(HERDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here