Diduga Curang, Meteran di Tujuh SPBU Ditera Ulang

0
730
Petugas UPTD Tanjungpinang melakukan pemeriksaan tarakan SPBU di Tanjungpinang, kemarin. f-andri/tanjunginang pos

TANJUNGPINANG – Tujuh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Ibu Kota Provinsi Kepri diduga curang dalam pengisian BBM. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Metrologi Legal Tanjungpinang menemukan kekurangan hingga minus sampai 20 mililiter BBM di setiap liternya yang keluar dari nozzel di SPBU. Ini terjadi di setiap pengisian ke kendaraan konsumen.

Kecurangan pengisian kuantitas bahan bakar ini diketahui setelah UPTD Metrologi Legal melakukan pengecekan dan pengawasan di tujuh SPBU yang ada di Tanjungpinang. Pada Jumat (6/4), petugas melakukan pengawasan di SPBU Batu III. Pengawasan yang sama juga sudah berlangsung sejak Selasa (3/4) di enam SPBU, yakni SPBU berada Batu 7, SPBU Sungai Carang, SPBU Batu 10, SPBU Batu 8, SPBU Soekarno Hatta, dan SPBU Sukaberenang.

”Kita cek takaran, yaitu nozzel yang mengeluarkan bahan bakar minyak di SPBU tersebut. Kita temukan kecurangan ada yang kurangnya sampai 20 mililiter dalam setiap liternya,” kata Kepala UPTD Metrologi Legal Tanjungpinang, Djoko Soesilo kepada Tanjungpinang Pos di sela pengawasan di SPBU Batu 3 Tanjungpinang, Jumat (6/4).

Sambung dia, rata-rata BBM keluar dari nozzel milik tujuh SPBU hasilnya minus. Kalau dilihat dari jumlahnya, masih dalam batas toleransi. Karena batas toleransi yang diberikan UPTD Metrologi Legal Tanjungpinang kepada SPBU sebesar plus mines 100 mililieter. Kalau lebih dari 100 mililiter, maka pihaknya tidak segan-segan untuk melayangkan surat teguran kepada SPBU tersebut.

Meskipun ditemukan minus seperti ini, ia tetap minta kepada pengelola SPBU untuk segera melakukan tera ulang pada nozzel tersebut. ”Kita akan cek nanti. Apakah mereka akan melakukan tera ulang atau tidak. Kalau sudah batas waktunya, wajib lakukan tera ulang nozzelnya,” terang dia.

Pengawasan yang dilakukan UPTD Metrologi Legal Tanjungpinang baru pertama kali di tahun 2018 ini. ”Kita akan lakukan pengawasan tiga bulan sekali,” sebut dia.

Pengawasan yang dilakukan UPTD Metrologi Legal Tanjungpinang disambut baik pengendara di Tanjungpinang, Rudi salah satunya. Pria yang mengaku tinggal di Kelurahan Tanjungunggat, mengatakan, pemerintah lebih sering melakukan pengawasan pada SPBU. Agar terhindar dari kecurangan yang akan dilakukan petugas SPBU tersebut.

”Minimal satu bulan sekali. Karenakan nozzel itukan digunakan setiap hari. Manalah tahu nozzel itu rusak hingga merugikan kita ini (pengendara, red). Ini yang gawat. Kita rugi, mereka untung. Ini yang tidak kita inginkan,” sebut Rudi. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here