Diekspos Kapolda, Dijual Anggota

0
1392
EKSPOS: Kapolda Kepri Irjend Sam Budigusdian saat eskpos penangkapan 16,5 Kg sabu, Maret lalu di Bintan. f-yendi/tanjungpinang pos

Barang Bukti Sabu Tangkapan Hilang 1 Kg

Kapolda Kepri Irjend Pol Sam Budigusdian telah mengekspos tangkapan narkoba, Senin (20/3) lalu di Polsek Gunung Kijang, Bintan. Rupanya, sebagian barang buktinya palsu karena sudah ditukar dengan gula halus.

TANJUNGUBAN – SAAT itu, Kapolda mengekspos tangkapan 16,5 kilogram sabu dan 495 butir ekstasi warna jingga/oranye serta 510 butir ekstasi warna biru. Kala itu, Kapolda Kepri turut didampingi Bupati Bintan, Apri Sujadi. Satu Kg sabu dari 16,5 Kg barang bukti yang diekspos saat itu diduga sudah diambil anggota polisi AKP DA dan diganti dengan gula halus.

Diduga ikut terlibat tiga anak buah DA yakni inisial Kd, Id dan Jt. Belakangan beredar informasi, barang bukti sabu yang hilang 3 Kg. DA sendiri sudah ditangkap Propam Polda Kepri dan tiga anak buahnya, pada Rabu (28/6) lalu. DA pun sudah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kasat Narkoba Polres Bintan.

Ketiganya ditangkap karena menggelapkan barang bukti yang sudah ditangkapnya. Sehingga, meski berat barang bukti yang ditangkap tetap sama, namun sebagian diantaranya adalah gula. Terbongkarnya penggelapan barang bukti ini bermula saat jajaran Polres Tanjungpinang berhasil menangkap salah satu kurir narkoba. Dari hasil penyelidikan polisi, si kurir barang haram itu mengaku bahwa narkoba tersebut dibelinya dari salah satu oknum polisi di Polres Bintan.

Ditengarai, narkoba itu diperoleh dari anak buah DA sendiri. Atas dugaan itu, kemudian pihak Polres Tanjungpinang menyerahkan kasus ini ke Polda Kepri. Mendapat laporan itu, pihak Polda Kepri pun memeriksa barang bukti 16,5 Kg sabu yang sebelumnya berhasil ditangkap jajaran Polres Bintan.

Baca Juga :  Cuaca Cerah, Semenisasi TMMD Capai 67 Persen

Saat itu, mereka melihat barang bukti itu dikerumuni semut. Setelah diperiksa, ternyata sebagian barang bukti itu adalah gula pasir halus sehingga dikerumuni polisi.
Diduga barang bukti sabu digelapkan dan diganti dengan gula halus, akhirnya Propam Polda Kepri menangkap DA dan anak buahnya. Namun, informasi ini baru terendus wartawan.

Narkoba itu ditangkap jajaran Polres Bintan di parkiran Hotel Comfort Tanjungpinang, Jumat (17/3) sore lalu dari tangan dua kurir yakni Achmad Yadi alias Doyok dan rekannya Su’iri. Saat itu Kapolda menjelaskan, dua tersangka Su’iri dan Ahmad Yadi (Doyok) sama-sama berasal dari Dusun Tengah Barat, Kelurahan Bunten Timur, Kecamatan Tetapang, Sampang (Madura), Jawa Timur. Dua tersangka ini mengaku, tahun lalu sudah pernah membawa sabu dari Kepri ke Kalimantan Tengah.

”Nah, lalu mereka mencoba lagi, dengan mendapat upah dari bandar di Sampit inisial K (DPO) sebesar Rp 10 juta,” kata Kapolda saat itu. Saat melakukan aksinya, Doyok dan Su’iri mengambil narkoba sebesar 16,5 kilogram dan ribuan butir ekstasi dari Desa Berakit, Kabupaten Bintan, Selasa (14/3) lalu.

Saat itu, tim kepolisian sudah melihat gelagat tersangka dengan menggunakan Avanza yang mencurikan. Dua tersangka kemudian memindahkan narkoba sabu, ke mobil Yaris warna putih nopol BP 1816 YT. Paket sabu awalnya dibawa ke Hotel Halim Batu Enam, Kota Tanjungpinang. Tersangka merasa curiga diikuti oleh pihak kepolisian, saat menginap di Hotel Halim, Rabu (15/3) malam. Namun, kepolisian belum menangkap tersangka, karena tidak bersama barang bukti. Kemudian, tersangka pindah ke Hotel Comfort, sehari kemudian. Mobil diparkir tidak jauh dari kamar hotel, yang dihuninya.

Baca Juga :  Peserta CPNS Banyak Tak Lulus di TKP

Jumat (17/3) sore, tersangka mau berangkat ke Pelabuhan Sribayintan, menuju Tanjungpriok, Jakarta dan meneruskan ke Kalimantan. Sebelum mereka berangkat, tim Polres Bintan langsung menangkap tersangka bersama barang bukti. Barang bukti yang diamankan itu antara lain 16,5 kilogram sabu dan 495 butir ekstasi warna jingga/oranye serta 510 butir ekstasi warna biru. Diperkirakan, sabu dan ekstasi itu senilai Rp 7 miliar. Saat ini tersangka dalam proses pemeriksaan dan diancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.

”Narkoba ini berasal dari Malaysia, melalui pintu masuk Desa Berakit. Apakah narkoba ini dari Tiongkok, itu masih kami dalami. Termasuk bandar yang DPO inisial K itu. Mobil yang menggunakan stiker TNI pada pelat nopol ini, adalah mobil rental,” tegas Kapolda menjawab wartawan.

DA Dikenal Tertutup
Di kalangan pemburu berita, nama DA cukup dikenal. Apalagi, DA sendiri sudah lama bertugas di Kepri ini. Namun, urusan komunikasi dengan wartawan, DA tergolong sulit. Ketika wartawan mendapatkan informasi adanya tangkapan barang bukti narkoba dan hendak dikonfirmasi, DA selalu berusaha mengelak dan menutup-nutupinya.

Sehingga, tak jarang wartawan pulang tanpa konfirmasi yang lengkap dari DA dan harus menulis berita seadanya tanpa data yang lengkap atas tertutupnya DA. DA kerap beralasan masih dalam penyelidikan saat wartawan meminta konfirmasi. Hingga kasusnya berlalu, tetap tidak ada konfirmasi lengkap darinya. Soal apakah DA terlibat atau tidak dalam kasus ini, masih dalam tahap pengembangan dan pemeriksaan.

Baca Juga :  Pertemuan Tokoh Melayu Sedunia

Hingga kemarin sore, informasi keterlibatan empat anggota Polres Bintan belum dapat dipastikan statusnya seperti apa. Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto yang dikonfirmasi terkait keterlibatan anggota dalam dugaan kasus penggelapan satu Kg BB sabu, ia mengatakan, hal tersebut masih dalam pendalaman oleh pihak Propam Polda Kepri. Ketika ditanya lebih jauh seperti apa detailnya, ia belum dapat menjelaskan.

”Itu masih pendalaman Propam Polda, apakah mereka (anggota) terlibat atau tidak belum dapat dipastikan seperti apa,” jawabnya saat ditemui di Mapolres Bintan, Rabu (5/7). Sementara itu, dari informasi yang beredar di lapangan didapati jika ada empat anggota polisi yang terlibat dalam dugaan penyalahgunaan BB sabu yang mereka amankan beberapa waktu lalu di Hotel Comfort Tanjungpinang.

Penangkapan tersebut dilakukan dari hasil pengembangan kasus yang ditangani oleh pihak Polresta Tanjungpinang beberapa hari sebelum lebaran lalu. Dari pantauan di Polres Bintan, didapati Kasat Narkoba Polres Bintan yang sebelumnya dijabat oleh AKP Dasta Analis sudah diganti dengan AKP Joko dari Polda Kepri. Dasta diduga ditarik ke Polda untuk pendalaman lebih lanjut soal kasus dugaan penggelapan sabu dari hasil penangkapan seberat 16,5 kilogram tersebut. (AAN-YENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here