Digelontorkan Rp 58 Miliar, Bendungan Belum Jadi

0
661
BELUM RAMPUNG : Pembangunan Bendungan Kelarik belum rampung hingga kini. Padahal bendungan ini dibangun sejak 2013 silam. F-HARDIANSYAH/TANJUNGPINANG POS

NATUNA – PEMBANGUNAN bendungan Kelarik yang berfungsi untuk mengaliri air ke sawah, hingga kini proyek pengerjaannya belum juga selesai. Sesuai perencanaannya, bendungan tersebut akan mengaliri air ke ratusan hektare untuk menunjang lahan pertanian.

Padahal, anggaran yang dikucurkan tahun 2016 lalu sebesar Rp 23 miliar oleh pemerintah pusat. Sementara, tahun 2017 pemerintah pusat kembali menambah anggaran sebesar Rp 35,4 miliar untuk pengerjaan pembangunan saluran air sekunder sepanjang 7 Kilometer (Km).

Keberadaan bendungan Kelarik, telah menghabiskan ratusan hektare lahan hutan yang dibabat. Tentunya, pembangunan bendungan Kelarik berdampak pada kurangnya ketersediaan lahan hutan di Natuna. Seorang pekerja di lokasi bendungan bernama Acong mengatakan, luas kawasan area bendungan yakni 88 Hektare (Ha).

”Dari luas total lahan itu, pembangunannya dibagi untuk untuk jaringan irigasi sepanjang 7 Km dan 5 Km yang dibangun pemerintah daerah,” ujar Acong, kemarin. Ia menambahkan, pembangunan bendungan Kelarik merupakan proyek multiyears yang dimulai sejak tahun 2013 silam hingga saat ini. Selain itu, lokasi pembangunan bendungan letaknya jauh dari pemukiman warga.

”Banyak juga yang menanyakan progres pembangunan bendungan, dan anggarannya yang telah disediakan juga sangat besar,” ungkapnya.

Acong menambahkan, karena letak lokasinya yang jauh maka kendala utama adalah proses pengiriman bahan material bangunan ke lokasi. Jalan yang yang digunakan untuk ke lokasi, saat ini kondisinya rusak parah.

”Kami sebagai kontraktor pelaksana pengerjaan sampai saat berusaha menyelesaikannya, dan tentunya membutuhkan waktu yang lama. Dan setiap tahun, pihak BNPK dan KPK datang memeriksa progres pengerjaan kami,” katanya.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here