Digulung Ombak Besar, Pengunjung Ditemukan Tewas

0
772
KORBAN : Petugas gabungan membawa jenazah Daniel Siahaan, korban tewas yang digulung ombak di Pantai Trikora Bintan, Selasa (2/1) sore. Jenazah korban ditemukan, Rabu (3/1) siang.f-jendaras/tanjungpinang pos

Angin Utara Bikin Laut Trikora Bintan Makin Ganas

Dalam momen tertentu, Pantai Trikora Bintan hampir setiap tahun menelan korban nyawa pengunjungnya. Di kalangan masyarakat, pantai ini disebut-sebut selalu minta tumbal tiap tahun.

BINTAN – Benar tidaknya kepercayaan masyarakat ini, sulit dibuktikan. Namun, yang terjadi, pengunjung sering meregang nyawa di pantai ini.

Saat musim utara seperti sekarang ini, angin kencang dan ombak tinggi selalu mengintai korban. Ini yang kadang tidak disadari pengunjung. Meski pengelola sudah meminta pengunjung jangan terlalu jauh berenang ke laut, namun tetap saja ada yang tidak mengindahkan larangan itu.

Ini jelas-jelas membahayakan diri sendiri. Sebab, ketika ombak besar datang, sulit menghindarinya. Ketika badan sudah tenggelam di air, ombak langsung menggulung hingga tak muncul lagi dalam beberapa jam.

Baru saja terdengar di telinga berita 3 remaja yang terseret kuatnya ombak Pantai Trikora pada 31 Desember lalu. Meski demikian, ketiga remaja itu, yaitu Sutra Dwi Pangga (17), Yufirman (17) dan Angil Surya Laksmana (16) tersebut masih berhasil terselamatkan nyawanya. Namun, dua hari kemudian, seorang pemuda lagi-lagi terseret dan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Lagi, Pantai Trikora nan indah dan mempesona itu merenggut nyawa anak manusia. Namun, pengunjung tetap banyak ke lokasi wisata yang sudah terkenal luas dengan keindahan pasir pantai dan air laut yang biru jernih itu.

Pantai di sepanjang kawasan Trikora memang menjadi surga untuk berwisata bagi warga Bintan dan sekitarnya juga para wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara. Namun, siapa sangka pantai indah itu justru menjadi arena pencabut nyawa.

Baca Juga :  Prajurit Yonif Raider Juara III Internasional Bintan Marathon

Nyaris setiap tahun kawasan pantai ini terus merenggut nyawa anak manusia. Meski begitu, pengunjung bukan makin waspada. Malah korban tenggelam terseret ombak seperti hal yang sudah tak terelakkan lagi.

Alasannya, musim angin utara yang melanda Bintan menjadi penyebab utama. Gelombang tinggi, angin kencang dan arus laut yang bergerak kuat menjadi alasannya. Namun gejala alam ini seolah tidak menjadi pembelajaran dari tahun ke tahun, ada saja nyawa melayang tenggelam.

Seperti yang dialami oleh Daniel Siahaan (22) warga Km 15 Tanjungpinang yang tenggelam diseret ombak kuat dekat Pantai Trikora IV Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang, Selasa (2/1) sore kemarin.

Setelah berjam-jam di dalam air, akhirnya tubuh korban ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa lagi sekitar 500 meter dari lokasi kejadian, Rabu (3/1) sekitar pukul 11.30 WIB.

Pemuda ini merupakan korban kesekian dari ganasnya arus laut saat musim angin utara di Trikora. Pria yang datang untuk berekreasi di Kawasan Pantai Trikora IV ini malah bernasib tragis hingga akhirnya tewas.

Daniel yang tiba di pantai pada Selasa (3/1) siang pukul 14.00 WIB ini tenggelam digulung ombak dan tidak ditemukan selama 20 jam. Meski awalnya para kerabat dan teman memperingati kondisi laut yang berbahaya, namun hal tersebut justru terabaikan oleh korban.

Baca Juga :  Irigasi Persawahan Bintan Buyu Tak Maksimal

J Manalu, salah seorang rekan korban mengatakan, dirinya dan pihak keluarga sudah memperingatkan korban agar tidak berenang, namun hal tersebut tidak dihiraukan.

Tak lama berenang, Daniel terlihat melambaikan tangan dan meminta pertolongan. Aparat terkait langsung berusaha menolong korban, namun korban sudah hilang ditelan ganasnya ombak.

Pencaharian langsung dilakukan dan pada Rabu (3/1) sekitar pukul 11.30 WIB, tim gabungan menemukan jasad Daniel. Jasadnya ditemukan sejauh 500 meter ke arah Timur dari titik akhir korban terlihat sehari sebelumnya.

Petugas gabungan Tagana, SAR, kepolisian dan PMI langsung mengevakuasi jasad korban tenggelam ke RSUP Tanjungpinang menggunakan mobil PMI Bintan untuk dilakukan visum.

Kapolsek Gunung Kijang AKP Dunot P Gurning melalui Kanit Reskrim Polsek Gunung Kijang Aiptu Edward L Manik menuturkan, usai berhasil dievakuasi ke bibir pantai korban langsung diangkut menggunakan mobil PMI Bintan ke RSUP Tanjungpinang. ”Jenazah sudah dibawa ke RSUP Tanjungpinang,” katanya.

Korban saat ditemukan masih mengenakan celana pendek jeans warna biru dongker. ”Sama seperti yang dijelaskan pihak keluarganya usai kami menerima laporan kemarin sore. Masih mengenakan celana pendek jeans,” tuturnya.

Hampir 20 jam jasad Daniel Siahaan tenggelam di lautan pesisir timur pantai Pulau Bintan itu. Petugas yang berupaya melakukan pencarian sempat terhalang lantaran kondisi arus laut cukup kuat yang dipicu angin kencang dan gelombang kuat, apalagi musim saat ini masih musim angin utara.

Baca Juga :  Geledah Kantor Dishub, KPK Amankan Dokumen Perizinan

Manik mengimbau agar para pengunjung Pantai Trikora tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas di air pada saat keadaan gelombang kuat. Selain berbahaya, arus gelombang laut cukup memiliki kekuatan untuk menarik tubuh manusia dari bibir pantai.

”Memang gelombang kuat sangat berbahaya bagi kita melakukan aktivitas seperti berenang di lautan. Makanya kita mengimbau agar para pengunjung tidak berenang untuk saat-saat ini, karena kondisi cuaca lagi tidak bersahabat,” imbuhnya.

Informasi di lapangan, Daniel menyewa mobil bersama tiga rekannya untuk berwisata menikmati tahun baru di pantai. Namun, Daniel berenang terlalu jauh. Ketika ombak datang, Daniel langsung digulung dan senyap seketika.

Lima Korban Selamat
Sebelumnya, lima pengunjung pantai timur Trikora, Kabupaten Bintan terseret arus ombak, pada puncak liburan menyambut Tahun Baru 2018, Minggu (31/12) lalu. Beruntung, lima pemuda dan pelajar itu berhasil diselamatkan oleh tim petugas Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Kecelakaan di laut itu awalnya terjadi sekitar pukul 11.00. Saat itu Yandra (24) dan Nano warga Lobam, Kecamatan Srikuala Lobam sedang asyik berenang bersama tiga orang temannya.

Tiba-tiba Yandra terseret ombak. Pengunjung lainnya Nano melihat kejadian itu, langsung mencoba menolong.(YUSFREYENDI-JENDARAS-RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here