Dikelola Pelindo I

0
653
LAUNCHING : Menteri Perhubungan saat me-launching jasa pemanduan kapal Selat Malaka-Selat Singapura. f-martua/tanjungpinang pos

Pelindo I sebagai BUMN mendapat tugas baru di Selat Malaka dan Selat Singapura dengan markas di Batam.

Pelindo I akan menjadi pihak yang bertanggungjawab atas pengelolaan pemanduan kapal-kapal yang berada di dua selat itu. Dalam menjalankan tugasnya, Pelido akan menggandeng Assosiasi Pemandu Internasional.

Dirut Pelindo I, Bambang Ekadjayana, Senin (10/4) di Batam mengatakan, pihaknya sudah merencanakan MoU dengan Assosiasi Pemandu Internasional.

”Dalam waktu dekat akan dilakukan penandatanganan kerja sama dengan Asosiasi Pemandu Internasional. Ini untuk mendukung kegiatan itu,” ungkap Bambang.

Bambang berterimakasih atas kepercayaan Menteri Perhubungan kepada Pelindo I. Pelindo I sendiri diakui berkomitmen melaksanakan dengan baik karena berkaitan dengan kedaulatan negara dan kedaulatan maritim.

”Ini sudah kami rintis sejak tahun 2016. Perjuangan yang begitu panjang untuk mendapat pemanduan Selat Malaka ini harus mendapat persetujuan pengelolaan selat Malaka,” imbuhnya.

Diakui, dengan launching ini, Indonesia sudah menyediakan jasa pemanduan. Sekarang disiapkan sekutar 40 tenaga pandu untuk membantu kapal-kapal melakukan kegiatan di Selat Malaka dan Selat Singapura.

”Sudah disiapkan 40 tenaga pandu dengan kualifikasi pandu laut dalam,” sambung Bambang.

Ke depan, jika saat arus pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura padat dan butuh tambahan tenaga, Pelido I dan Pelindo IV siap membantu.

”Pelindo II dan IV siap mendukung tenaga karena tiap kapal, butuh dua orang pemandu,” katanya.

Kebutuhan tenaga pemandu diakui cukup besar karena ada sekutar 220 kapal yang melewati Selat Malaka dan Selat Singapura, setiap hari. Kebutuhan ideal diakui, sekurangnya butuh 70 orang tenaga pemandu.

”Tapi kita sudah siapkan stasiun pandu di Loksumawe, Batam dan Karimun,” imbuhnya.

Di tempat yang sama Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menegaskan, Pelindo harus menjadikan ini sebagai langkah strategis.

”Carilah patner yang berkapasitas internasional. Karena ini untuk melayani internasional. Bermitra dengan kapal dari Amerika, Eropa, Tiongkok dan lain. Ini saya pesankan ke Pelindo I, carilah patner yang serius dan mampu,” harap Bambang.

Diingatkannya, Pelindo harus bekerja sepenuhnya dalam kegiatan pemanduan. Harapannya, Pelindo I bekerjasama dengan perusahaan internasional yang memiliki pengalaman untuk memberikan dukungan.

Sehingga tidak saja usaha pandu yang dilakukan, tapi bagaimana, Pelindo I mempromosikan Kuala Tanjung, pertengahan tahun akan dibuka.

Guna mewujudkan target tersebut, Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Nomor. HK.103/2/4/DJPL-17 tentang Sistem dan Prosedur Pelayanan Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal pada Perairan Pandu Luar Biasa di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Juga mengeluarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor. PU.63/1/8/DJPL.07 tentang Penetapan Perairan Pandu Luar Biasa di Selat Malaka dan Selat Singapura.

”Saya minta Pelindo melaksanakan pelayanan pemanduan secara professional dan kompetetif dengan menyiapkan tenaga pandu yang profesional,” harapnya mengakhiri. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here