Dikenal Licin, Berhasil Ditangkap WFQR

0
798
ROKOK ILEGAL: Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Lanal Batam mengamankan ratusan ribu slop rokok llegal di perairan Batam, (Senin 3/4) pukul 23.00 . F-istimewa/tanjungpinang pos

1,6 Juta Batang Rokok Diselundupkan dari Batam 

Pelaku penyelundupan rokok tanpa cukai atau rokok FTZ (Free Trade Zone) Batam yang selama ini dikenal licin akhirnya berhasil ditangkap.

Batam – BAGI Tim WFQR, tidak ada kompromi terhadap pelaku kejahatan di laut. Semua harus dibersihkan. Ini sudah tekad mereka dan tidak bisa ditawar lagi.

Kali ini, penyelundup yang diamankan itu membawa 10 ribu dus rokok berisi 10 ribu slop atau sekitar 1,6 juta batang.

Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Lanal Batam menangkapnya, (Senin 3/4) pukul 23.00 di perairan Tanjung Cakang Pulau Galang pada posisi 0°36′ 727″ U – 104° 17′ 206″ T.

Penangkapan berhasil dilakukan setelah mengintai cukup lama. Berjam-jam mereka mengintai pelaku. Akhirnya speedboat pembawa rokok tanpa cukai itu muncul juga dan langsung dicegat.

Speedboat tanpa nama tersebut merupakan Target Operasi (TO) WFQR IV yang terkenal licin. Speedboat tersebut sengaja dipasang mesin 200 PK tiga unit agar bisa melaju kencang.

Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI S.Irawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan tim WFQR IV Lanal Batam, speedboat dengan ABK tiga orang itu tujuannya Tanjung Dato Pulau Kijang. Mereka membawa rokok milik seorang pelaku penyelundup di Batam berinisial H.

”Dugaan pelanggaran antara lain tidak ada SPB, tidak ada dokumen kapal dan tidak ada dokumen muatan dengan modus operandi patut diduga rokok tersebut berasal dari Batam (FTZ) yang akan diselundupkan lewat laut secara ilegal (tanpa cukai) ke Pulau Kijang dan akan dilanjutkan dibawa ke wilayah lainnya,” katanya.

Selain itu, permasalahan rokok ilegal tanpa cukai ini menjadi pembicaraan hangat di Kepri dan meresahkan masyarakat.

Bahkan beberapa waktu lalu Komisi II DPRD Kepri turun langsung sidak ke lapangan dan menemukan rokok-rokok berbagai merek tanpa cukai yang beredar di pasaran. Hal ini membuat wakil rakyat sangat berang kenapa permasalahan ini bisa terjadi.

Menurut Danlantamal, modus yang mereka gunakan, barang-barang tersebut dimasukkan ke speedboat pada malam hari untuk menghindari petugas dan kemudian membawa keluar Batam secara sembunyi-sembunyi.

Untuk melancarkan aksinya, pelaku berkoordinasi menggunakan handphone kepada orang-orang komplotannya yang sudah menunggu di pelabuhan tertentu.

”Bila aman, mereka akan masuk,” jelasnya.

Sampai saat ini barang bukti speedboat dan rokok diserahkan ke Patkamla Kal Nipa dan dikawal menuju dermaga Mako Lanal Batam guna penyelidikan lebih lanjut.

Dari kalkulasi sementara potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.
Danlantamal telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran di bawahnya agar terus meningkatkan pengawasan terutama jalur-jalur pelabuhan tikus yang ada di seluruh wilayah kerja Lantamal IV agar upaya-upaya penyelundupan seperti ini dapat ditekan.

Dijelaskannya, mereka mengamankan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk memberantas segala bentuk kegiatan ilegal di atau lewat laut terutama penyelundupan yang merusak tatanan perekonomian bangsa Indonesia.

Walaupun TNI AL memiliki keterbatasan sarana, namun hal itu bukan penghalang bagi WFQR IV untuk melaksanakan tugas.

”Karena kita mempunyai pola operasi yang seluruh wilayah Kepri sudah dipetakan titik-titik mana yang mempunyai tingkat kerawanan yang tinggi,” jelasnya.

Untuk itu Danlantamal IV terus berkoordinasi dengan aparat yang mempunyai kewenangan di laut untuk bersama-sama memberantas kegiatan ilegal seperti penyelundupan rokok.

”Hal ini terus kita intensifkan koordinasi yang mantap agar stigma negatif tentang wilayah Kepri sarang penyelundupan tidak ada lagi,” tegasnya.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here