Dikerjakan Rp1,6 Miliar untuk Banjir di Batu 7

0
179
Kepala Dinas PU Hendri (tengah) bersama Camat Tanjungpinang Timur, Yeny Trisia Isabella (kanan) saat meninjau titik banjir Km 7 Tanjungpinang, belum lama ini. f-andri/tanjugnpinang pos

Maret Ini Mulai

Setiap hujan turun di Tanjungpinang selalu saja ada banjir. Titik banjir pun semakin banyak. Jumlah titik banjir masih ada sekitar 83 titik tersebar empat kecamatan.

TANJUNGPINNAG – Namun, secara bertahap beberapa titik banjir mulai ditangani tahun ini. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan Km 7 Tanjungpinang. Lokasi banjir mulai ditangani Maret ini. Anggaranya Rp1,6 miliar dari APBD Pemko Tanjungpinang.

Tahun ini, ada tiga titik banjir lainnya menjadi tanggung jawab pusat yakni Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Wilayah Sumatera, yakni banjir di Jalan Pemuda, Kampung Kolam dan Suka Berenang. Tahun ini juga mulai dikerjakan.

Kepala Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Hendri mengatakan, untuk mengatasi banjir, PU Tanjungpinang tak sanggup sendiri karena keterbatasan anggaran, harus dikerjakan gotong royong dana, antara dana APBN, APBD Kota dan APBD Pemprov Kepri.

Kata dia, penangganan banjir di Jalan DI Panjaitan, pemerintah akan membuat drainase baru. Kedalaman drainase sekitar 2 meter, lebar 2 meter dan panjang 400 meter. Jadi, air yang ada di drainase sekarang, terbagi.

”Drainase yang baru akan kita buat sampai ke sungai di Kuantan,” kata Hendri kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (6/1).

Cuman, kata dia pengerjaan pembuatan drainase belum bisa dikerjakan Februari ini. Alasannya, Dinas PUPR Kota Tanjungpinang belum menerima Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

”Tunggu DPA lah. Maret ini kita mulai kerjakan,” ucap dia. Sambun dia, setelah DPA diterima, ia langsung melakukan lelang proyek tersebut. Dibutuhakn waktu 45 hari dalam proses. Kita kebut takut musim hujan tiba lagi. ”Kita perkirakan paling cepat bulan Maret nanti,” sebut dia.

83 titik banjir, ada tiga titik yang menjadi tanggung jawab pusat yakni Balai Wilayah Sungai (BWS). Adapun tiga urusan BWS tersebut yakini, Jalan Pemuda, Kampung Kolam dan Suka Berenang..

Sebelumnya, Hendrija, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemprov Kepri dari 83 titik banjir tersebut, 7 titik yang cukup besar atau paling rawan.

Pemerintah sudah berbagi tugas untuk menyelesaikannya. Tiga tanggung jawab BWS dan 4 tanggung jawab pemprov dan Pemko Tanjungpinang.

Sedangkan 76 titik banjir lainnya tidak dijelaskan siapa penanggungjawabnya untuk menyelesaikan itu.

Hendrija mengatakan, ada satu titik banjir di Tanjungpinang yang sulit diatasi lantaran elevasi permukaan laut lebih tinggi. Untuk mengatasinya, maka harus dibangun kolam retensi atau kolam penampungan sementara.

”Desainnya sudah kami buat. Mau tidak mau, pemprov harus membeli lahan untuk membangun kolam retensi tersebut. Air dari mana mana akan turun ke kolam itu, kemudian kita salurkan ke laut,” jelasnya.

Letak kolam retensi yang mau dibangun tersebut di daerah Teluk Keriting. Karena itulah, sebagian jalan lingkar yang akan dibangun Pemprov Kepri di Tepilaut terutama daerah Teluk Keriting tidak akan ditimbun.

Namun jalan dibangun di atas tiang pancang atau jembatan kaki seribu. Agar tidak memperparah kondisi banjir di Teluk Keriting.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga mengatakan, tahun 2019 nanti, sudah dianggarkan sekitar Rp380 juta untuk membuat Detailed Engineering Design (DED) penanganan banjir di Teluk Keriting.

”Nanti Pemko Tanjungpinang yang membuat DED tersebut untuk dua titik di Teluk Keriting. Masing-masing Rp190 juta. Tapi itu baru pembuatan DED-ya. Anggarannnya sudah disetujui. Sudah diketok. Ini hanya sebagian dari belasan program pemko di Teluk Keriting tahun ini. Semoga titik banjir di Tanjungpinang terus dibenahi,” ungkapnya. (ANDRI – ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here