Dikira Ikan Asin, Ternyata Barang Antik Hendak Diselundupkan

0
635
SALAM komando usai penyerahan barang antik dari Danlanal ke Kapolres Natuna.f-hardiansyah/tanjungpinang pos

NATUNA – Melihat adanya barang yang mencurigakan terdeteksi melalui Mesin X-Ray Bandara Raden Sadjad (RSA) Ranai, ternyata barang tersebut berisikan benda yang diduga keramik kuno berupa tiga piring berbagai jenis dan satu berbentuk dupa yang akan dikirim ke Kota Batam.

Dari kecurigaan tersebut, sebelumnya dikatakan ikan asin terbukti bahwa barang yang akan dikirim ke Batam itu ternyata sejumlah keramik kuno. ”Kalau kita lihat sepintas, kita akan menyangka barang-barang akan dikirim ke Batam ini isinya hanya ikan basah atau makanan kering. Sebab dibungkus dalam kardus ikan. Untung X-Ray bandara canggih. Kardus yang disangkakan ikan, rupanya berisi barang-barang diduga keramik antik,” kata Danlanud RSA Ranai Kolonel (Pnb) Azhar Aditama di ruang VIP Lanud RSA Ranai saat serah terima barang yang diduga barang antik, Sabtu (24/3).

Baca Juga :  Perhatikan Kesehatan & Makanan JCH

Danlanud RSA Kolonel Azhar menerangkan, sesuai Undang-Undang Bandar Udara, TNI Angkatan Udara berkewajiban membantu pemerintah daerah dalam menjaga situasi Aman.

Salah satu tugasnya adalah menjaga benda cagar budaya yang akan diselundupkan seseorang atau oknum-oknum tak bertanggungjawab keluar daerah. ”Jadi awalnya pada hari Jumat 23 Maret benda itu akan dikirim ke Batam melalui jalur udara. Setelah diketahui benda itu diduga keramik kuno, kita langsung amankan dan akan kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk menidaklanjutinya,” jelasnya.

Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto saat menerima benda diduga keramik kuno yang akan dikirim ke Batam itu mengatakan, pihaknya akan langsung melakukan penyelidikan terhadap penemuan tersebut. ”Modus penyelundup sekarang berbagai cara mereka lakukan. Kita tetap akan menyelidiki, salah satu keanehan tulisan di barang akan dikirim itu,” ucapnya.

Baca Juga :  Terapkan Gerakan Infak Rp 2.000

Dikatakannya, mengingat keantikan suatu barang harus melalui proses pengecekan ke laboratorium dan tenaga ahli di bidangnya. Karena ini dugaan benda barang antik maka perlu penanganan sesuai dengan tupoksinya.

”Semua pasti tahu, membawa benda cagar budaya tanpa izin resmi, namanya melanggar hukum. Apalagi mengirim dengan cara mengelabui petugas. Barang dikirim terbungkus kardus, seolah-olah akan mengirim ikan,” katanya. (hrd)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here