Dikirim Secara Ilegal Melalui Dua Negara

0
1008
DIAMANKAN: Tiga truk pengangkut campuran kimia bahan baku obat yang diamankan di Polres Bintan, kemarin. f-jendaras/tanjungpinang pos

12 Ton Campuran Kimia Bahan Baku Obat Diamankan

Kepolisian Resort (Polres) Bintan resmi menahan 480 tong (barrel) bahan dasar obat-obatan yang dikirim secara ilegal dari Bintan menuju Jakarta.

BINTAN – 480 tong bahan dasar obat tersebut diperkirakan berbobot 12 ton dengan estimasi nilai sekitar Rp 2 miliar. 480 tong bahan dasar obat tersebut terdiri dari 3 jenis zat yaitu Dekstrometorfan, Triheksifenidil dan Carisoprodol. Bahan dasar obat tersebut diangkut dengan menggunakan 3 truk menuju Pelabuhan Sri Bayintan, Bintan Timur, sebelum akhirnya diamankan oleh jajaran personel Polsek Bintan Timur pada 2 September lalu.

Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto dalam jumpa pers bersama puluhan awak media di Mapolres Bintan, Jumat (15/9) pagi menerangkan, penangkapan 3 truk berisi bahan kimia obat-obatan yang tidak dilengkapi dengan dokumen sah tersebut berdasarkan informasi dan penyelidikan pihak kepolisian. ”Jajaran kami menangkap zat kimia ini sebelum dikirim menggunakan kapal menuju Jakarta. Kami pastikan ketiga jenis zat ini merupakan bahan dasar obat-obatan yang dilarang penjualannya secara tunggal (tanpa bercampur dengan zat lainnya,” sebutnya.

Baca Juga :  Rumah Pribadi Nurdin Digeledah Petugas KPK

Seperti Dektrometorfan merupakan bahan dasar obat batuk, namun untuk peredarannya perlu dilakukan campuran sesuai dengan takarannya baru dapat diedarkan.

Untuk bahan Triheksifenidil merupakan bahan dasar pembuatan Pil Kuning atau obat untuk penyakit Parkinson, namun jika digunakan secara berlebihan efeknya akan sama seolah-olah seperti narkotika. ”Carisoprodol ini merupakan bahan dasar obat paracetamol, caffeine dan carisoprodol atau yang disebut dengan PCC. PCC ini baru-baru ini menjadi isu hangat. Obat ini bila dipergunakan dengan dosis besar akan menyebabkan gejala seperti mengonsumsi flaka seperti yang terjadi di Kendari,” jelasnya.

Diterangkannya lagi, ketiga bahan baku zat pembuat obat-obatan itu sudah dilarang pemerintah Indonesia untuk diperjual-belikan secara tunggal sejak tahun 2013 silam berdasarkan keputusan BPOM RI. ”Setelah dilakukan pengecekan, ternyata barang-barang ini dipesan dari India, masuk lewat Singapura lalu ke Batam dan ke Bintan untuk dibawa ke Jakarta melalui jalur laut,” rincinya.

Baca Juga :  Rp10 Miliar untuk Bangun Penahan Ombak

Saat ini, lanjutnya, pihaknya menahan Mr yang merupakan apoteker pemilik bahan baku obat tersebut. Selain itu, polisi juga mengamankan 5 tersangka lain berinisial Fs rekanan Mr di Jakarta, Ef, Ls, Bn dan Tn warga Kota Batam.

Guntur menyebutkan masing-masing tersangka memiliki peranan masing-masing. Fs merupakan rekaman Mr di Jakarta yang mencarikan transportil di Kepri. Guntur mengatakan, Fs bekerjasama dengan Ls di Kota Batam untuk bisa menyelundupkan 12 ton bahan obat-obatan itu yang disimpan di dalam 480 ton dan diangkut 3 truk dari Kota Batam ke Bintan melalui pelabuhan ilegal.

”Jadi tersangka Fs ini yang mencarikan ekspedisi di Batam. Para tersangka ada yang dijanjikan dibayar Rp 800 ribu hingga Rp 200 juta bila barang-barang ini bisa sampai ke Jakarta,” urai Guntur.

Kini para tersangka sudah diamankan di tahanan Mapolres Bintan guna proses penyidikan lebih lanjut. Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2000 Pasal 196 dan 197 dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun atau denda Rp 1,5 miliar.

Baca Juga :  Kepri Pusat Budidaya Kerapu Nasional

Selain para tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti diantaranya 480 tong dengan berat total 12 ton bahan baku pembuat obat-obatan, 3 truk milik ekspedisi BP 8726 BU warna kuning, BP 8810 TY warna kuning dan truk BP 9430 DY warna merah, sejumlah KTP tersangka dan beberapa unit ponsel milik tersangka. ”Untuk para sopir truk saat ini kita amankan sebagai saksi,” tutupnya.

Truk dan sopir pengangkut bahan dasar obat ini ditahan, karena pengiriman bahan dasar obat ini tidak memiliki surat keterangan dari BPOM. ”Surat pengiriman barangnya tak lengkap, makanya kami tangkap,” kata seorang personel Polsek Bintan Timur, belum lama ini.(JENDARAS-YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here