Dikosongkan, Cuma 60 PSK yang Balik Kampung, Sisanya?

0
441
SEORANG crosser berswafoto, ketika memasuki kawasan lokalisasi Km 82 Tanjunguban, baru-baru ini. Lokalisasi tak resmi ini akan ditutup, pekan depan. f-istimewa
Dua lokalisasi di wilayah Kabupaten Bintan, rencananya sudah dipastikan kosong dari PSK, antara tanggal 10 sampai dengan 13 September 2019, pekan depan. Dari seratusan para wanita ‘pelayan’ pria hidung belang (PSK), 60 orang yang ingin balik kampung. Sisanya?

BINTAN – PROGRAM penutupan kawasan lokalisasi Km 82 Tanjunguban dan Km 24 Toapaya, sudah hingar bingar dibicarakan warga, sejak beberapa pekan lalu. Bahkan, beberapa PSK, sudah ada yang mencari tempat tinggal baru. Ada yang ngontrak, ada pula yang sewa kos, secara bulanan.

Sudah pasti, mereka yang ingin menetap di Pulau Bintan ini, para PSK yang emoh (tidak mau) kembali ke kampung halamannya. Meski demikian, masih ada puluhan PSK yang ingin kembali ke kampung halaman. Mumpung biaya kembali ke kampung halaman ini, ditanggung oleh pemerintah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bintan, Edi Yusri membenarkan, dua lokalisasi tak resmi di Bintan, yakni lokalisasi Bukit Indah Km 24 Toapaya dan Bukit Senyum Km 82 di Tanjunguban, akan dikosongkan, pekan depan.

”Sebelumnya, sudah diberitahukan kepada para penghuni di sana (lokalisasi). Paling lambat tanggal 13 September 2019 itu, sudah harus dikosongkan. Berarti, pekan depan tu kosongnya,” kata Edi Yusri, baru-baru ini.

Edi menyebutkan, wanita pekerja ‘pelayan’ malam di dua kawasan lokalisasi di Bintan, jumlahnya mencapai 130-an orang. Dari jumlah itu, lebih banyak di kawasan Km 82 Tanjunguban.

”Dari 130-an orang itu, cuma 60 PSK yang bersedia balik kampung. Sisanya? Mereka milih menetap di Tanjungpinang dan Bintan. Mereka beralasan lebih mudah cari kerja di sini, dibandingkan harus cari kerjaan di kampung,” ungkap Edi Yusri.

Meski sebagian memilih balik kampung, dan sebagian lagi memilih tinggal di Pulau Bintan, pemerintah tetap akan memberikan bantuan uang. Bantuan ini untuk biaya perjalanan ke kampung halaman.

”Yang tak mau balik kampung, ya kita tak tahu untuk apa uang Rp6 juta itu. Tapi tetap dikasih uang, semuanya (PSK). Yang penting, mereka kosongkan lokalisasi, dan tak boleh kembali untuk beraktivitas di dalam kawasan itu lagi,” tutupnya. (YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here