Dinamisasi Menerbangkan Pesawat Politik

0
749
Maulin Karyadi

Oleh: Maulin Karyadi
Warga Kota Tanjungpinang

Seluruh penduduk Kota Tanjungpinang ikut bertanggung jawab dalam memberangkatkan cita-cita dan harapan negeri dengan pesawat politik lewat Pilwako 2018 nanti menuju destinasi gemilang.

Penulis bukanlah ahli dalam dunia penerbangan dan sebenarnya jarang sekali naik pesawat,pernah suatu waktu melihat gagahnya seorang pilot ditemani cabin attendant atau pramugari berjalan menuju gate keberangkatan di salah satu bandara di Indonesia, tampilan sosok sang pilot menepis rasa ketakutan akan kecelakaan pesawatyang sering terjadi masa itu. Dalam tulisan ini kesalahan dalam penempatan istilahkhususnya istilah dalam dunia penerbangan mohon dikoreksi.Tulisan ini tercurah adalah bagian dari rasa tanggung jawab sebagai warga kota yang ikut menitipkan cita-cita dan harapanpada penerbangan pesawat politik berikutnya, memastikan bahwa harapan dan cita-cita tersebut terbawa seluruhnya dan tersusun rapi dalam bagasi atau di dalam kabin serta memastikan bahwa tidak ada dangerous goods yaitu golongan suatu benda yang apabila diikutkan dalam penerbangan akan membahayakan proses penerbangan. Meminjam bahasa dunia penerbangan selanjutnya sebagai motivasi dari mimpi-mimpi anak negeri yaitu terbangunnya bandara yang representatif di Kota Tanjungpinang nantinya. Amin.

Banyak faktor penting yang mempengaruhi kesuksesan terbangnya pesawat seperti Bandar Udara, Air Traffic Controller, Pilot, Ground Handling, Aviation Security, serta Teknisi Penerbangannya. Itu tentunya faktor-faktor penting dalam dunia penerbangan nyata. Demikian pula halnya dalam menerbangkan pesawat politik, komponen penting yang mempengaruhi kesuksesannya antara lain seperti Pemilih (voters), Peserta (kontestan pilkada), dan akuntabilitas publik. Ketiga komponen itu dilayani oleh Penyelenggara Pemilu dan Partai Politik. Stake Holders , Media dan komponen lainnya merupakan kesatuan dari seluruh elemen masyarakat yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses tersebut, yaitu keikutsertaan seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  Akhir Kontroversi Jurnal dan Penerbit Predator

Pilot, adalah sosok bahasan penting mulai dari kedai kopi sampai pembahasan tingkat tinggi, yaitu sosok patut untuk menerbangkan pesawat karena dituntut 100% fokus dan selalu menjaga cita-cita dan harapan seluruh warga hingga sampai di tempat tujuan dengan selamat. Seorang pilot pesawat politik selanjutnya dinilai patut tentunya dipilih dan terpilih dari sekian banyak sosok anak negeri lainnya yangikut bertarung. Sosok pilot pilihan tentunya telah teruji jam terbangnya, dinamis dalam menerapkan seni kepemimpinannya.

Pesawat politik Kota Tanjungpinang akan mengambil landing position karena mendekati destinasi dan sebagaimana amanat Undang-undang bahwa dengan hampir berakhirnya masa jabatan Wako dan Wawako Tanjungpinang tersebut (lima tahun), diperlukan tahapan dan proses pemilihan Kepala Daerah selanjutnya. Merujuk informasi dari detiknews Kamis tanggal 20 April 2017 memberitakan bahwa Kota Tanjungpinang merupakan salah satu dari 39 Kota di Indonesia yang akan melaksanakan Pemilu Kepala Daerah serentak pada tahun 2018 nanti. H.Lis Darmansyah dan H.Syahrul merupakan pilot terbaik sebagaimana pula pilot-pilot terdahulu yang kesemuanya adalah putra-putri pilihan terbaik negeri ini. Kita ketahui bahwa kedua pilot ini masih memiliki peluang untuk menerbangkan pesawat politik untuk masa jabatan lima tahun ke depan, sosok dinamis yang dimiliki oleh seorang Walikota saat ini memberikannya peluang dan kesempatan besar untuk memenangkan pertarungan dalam pentas pilwako nanti.

Baca Juga :  Fenomena Gojek di Tanjungpinang

Lima tahun memang bukan waktu yang singkat, namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera direalisasikan. Kerja nyata telah banyak membuahkan hasil di berbagai aspek pembangunan serta deretan prestasiyang diperoleh meskipun ketidakstabilan ekonomi dan dinamisasi politiksecara nasional memberi pengaruh besar terhadap perkembangan Kota Tanjungpinang, namun dinamisasi kepemimpinan yang baik serta dukungan seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang sehingga pesawat politik diharapkansoft landing sampai akhir masa jabatan pada tahun terakhir ini. Untuk itu kedepan masih diperlukan kembali sosok pimpinan dinamis tersebut dalam terwujudnyapenyelenggaraan program-program kerja yang lebih besar, bermanfaat serta berkesinambungan untuk memenuhi cita-cita dan harapan masyarakat yang dinamis pula.

Pada zaman fitnah yang merajalela ini,mudah dan bebas menikmati hasil modernisasi dunia komunikasi dan informasi menjadikan sebagiannya tidak terkendali dan menjaditrend politik internasional dan nasional khususnya mendekati pemilihan kepala daerah, hal itu telah menyamarkan makna dinamisasi itu sendiri.Dinamisasi berasal dari kata dinamis yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga berarti penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan. Sejatinya sebuah dinamisasi memang terjadi karena adanya interaksi antara semua pihak yang berada di dalamnya dengan segala tujuan termasuk dengan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi. Namun akhir-akhir ini kelemahan individu bahkan isyu-isyu rentan konflik selalu saja dijadikan alat untuk memicu perdebatan dan permasalahan.

Baca Juga :  Indonesia Peduli

Indonesia adalah negara yang paling diidolakan dunia baik Barat, Eropa maupun Asia dari segala hal sehingga dinamisasi yang terjadi di luar sana mencari jalan merebut hati namun tidak sedikit dengan cara kotor merusak tatanan bermasyarakat dan bernegara demi sebuah kepentingan, belum lagi isyu lama yang masih memiliki potensi mempengaruhi akuntabilitas publik dalam pilkada adalah Golput atau No-Show dalam istilah penerbangan, yaitu penumpang yang telah melakukan booking namun tidak menggunakan haknya atau tidak muncul saat jadwal penerbangan.

Lantas bagaimanakah seharusnya kita warga Kota Tanjungpinang menyikapi trend-trend politik tersebut agar tidak latah lalu salah mengartikan makna penuh semangat dan tenaga mengimbangi gerak cepat perubahan dunia khususnya dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi saat ini sehingga semangat dan tenaga itu dapat menjadi tepat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan. Kita telah berjanji bahwa NKRI adalah harga mati, Pancasila dan UUD 45 menjadi fondasi membangun negara ini. Urutan-urutan sila dalam Pancasila khususnya sila pertama dalam hal ini barangkali belum sepenuhnya kita resapi sehingga dipandang sebagai celah orang-orang dengki untuk mengobok-obok isi negeri.***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here