Dinas Bikin Inseminasi Buatan Ternak Sapi

0
850
TERNAK SAPI: Lis melihat proses inseminasi buatan.F-Ist/humas pemko tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Kawin suntik atau lebih di kenal dengan inseminasi buatan (IB) merupakan salah satu cara yang efektif dalam peningkatan populasi ternak di Tanjungpinang.

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (PPP), menyelenggarakan kegiatan optimalisasi Upsus siwab melalui sinkronisasi birahi/IB dan penyaluran auts. Ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan sapi yang ada di Kota Tanjungpinang.

Kegiatan ini dibuka remi Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH yang juga dihadiri oleh Direktur P2HP Peternakan Kementerian Pertanian RI Ir. Fini Murfiani, M.Si di Pusat Pembibitan Sapi Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang, Selasa (5/12, lalu. Lis berharap ke depan Tanjungpinang mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan sapi yang ada di seluruh Indonesia, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau.

Baca Juga :  Kejati Segera Limpahkan Berkas Perkara Tersangka Nasihan ke Pengadilan

Dia menjelaskan, kebutuhan daging sapi untuk Kota Tanjungpinang sebanyak 1.400 ton per tahun. Tetapi yang baru dapat kita suplai sekitar 800 ton, dan masih kurang 600-an ekor sapi. ”Mudah-mudahan adanya program upsus siwab ini, bisa memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sapi yang ada di Kota Tanjungpinang,” tegasnya.

Di samping itu, kata Wako semua program yang di berikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah memiliki tujuan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Para petani dan peternak bisa membuahkan hasil yang positif dengan program-program yang diberikan pemerintah.

Baca Juga :  Dispora Bantu Cegah Narkoba Rasuki Pemuda

Lis mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mensukseskan serta mensosialisasikan program ini kepada para peternak. Supaya menghasilkan produk yang berkualitas dan bisa memenuhi kebutuhan sapi di Kota Tanjungpinang. ”Mari kita kita susksekan program ini, agar kebutuhan sapi di kota ini terpenuhi, dan petani menghasilkan produk yang berkualitas,” tegasnya.

Direktur P2HP Peternakan Kementerian Pertanian RI Ir. Fini Murfiani, M.Si menjelaskan bahwa program Upsus Siwab ini mulai sejak tahun 2017. Tetapi telah kita kaji sejak lama, pada saat ini kita memilki target sebanyak 4 juta aseptor untuk seluruh Indonesia, pada saat ini kita telah mendekati target sekitar 85 persen asepror.

Baca Juga :  Tanjungpinang Paling Tertib Timbangan

Fini juga menjelaskan untuk Kepulauan Riau kita memiliki taget awal sebanyak 6.039 aseptor. Sedangakan yang sudah terealisasikan sebanyak 3.334 sekitar 93,6 persen persen, target IB untuk Kota Tanjungpinang sebanyak 150 ekor yang telah terealisasikan sebanyak 66 ekor ini artinya Tanjungpinang telah menyumbang 3,3 persen dari total aseptor di Kepulauan Riau.

”Dengan program IB ini kita dapat meningkatkan kebutuhan sapi yang memiliki kualitas sehingga minimal kita dapat memenuhi kebutuhan pangan di daerah masing-masing khususnya daging sapi,” paparnya. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here