Dinas PU Mulai Bersihkan Gorong-gorong

0
186
Camat Tanjungpinang Timur Yeni meninjau banjir di depan SPBU Batu 7, Tanjungpinang. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mulai membersihkan tanah atau sampah yang tersumbat di box culvert di kawasan SPBU Batu 7 Tanjungpinang.

Air meluap ke jalan raya karena gorong-gorong tersebut tersumbat sehingga aliran air tidak lancar. Diperkirakan akan selesai dalam satu minggu ke depan.

Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU Kepri, Handoko menuturkan, pihkanya akan menggali tanah yang tersumbat di box culvert di kawasan itu.

Untuk mengerjakan itu, butuh bantuan alat dari Pemko Tanjungpinang. Sedangkan personil dan bahan dari Dinas PU Provinsi Kepri.

Ia menuturkan, semalam pekerjaan belum bisa dilakukan maskimal karena air masih tersumbat di box culvert.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj Rahma menuturkan, dengan pekerjaan itu, belum menyelesaikan banjir secera keseluruhan atau total di kawasan itu. Meski demikian, sudah mengurangi ketinggian genangan air nantinya.

“Bila sebelumnya sepeda motor susah melintas, nanti setelah pekerjaan itu, mudahan airnya bisa cepat mengalir sehingga tidak tinggi genagan airnya,” paparnya.

Ia menuturkan, penyelesaikan jangka panjang tetap perlu, sesuai hasil rapat bersama, para pemilik lahan di kawasan itu bersedia menghibahkan lahan milik mereka bila diperlukan untuk pembuatan drainase.

Sesuai keterangan dari OPD terkait, ada dua pemilik lahan di kawasan itu. Yaitu Desmon Goh dengan luas 3,5 hektare dan sisanya milik PT Puji.

Para pemilik lahan yang dihadiri oleh orang kepercayaannya masing-masing sudah menandatangani kesepakatan terkait komitmen membantu pemko menyelesaikan banjir tersebut.

Ia menuturkan, masyarakat jangan salah beranggapan bahwa lamanya penyelesaian banjir di kawasan itu bukan karena ada sengketa lahan.

”Sebagai wakil wali kota saya rasa perlu juga meluruskan persoalan ini. Banyak orang beranggapan ada sengketa antara Pak Rudi dengan Pak Desmon. Bukan, lahan di kawasan itu, sebagian milik Pak Desmon dan sebagian lagi milik PT Puji. Itu pun tidak ada persoalan. Jadi mudah-mudahan tahun depan bisa direalisasikan pembangunan drainasenya,” ucapnya.

Kesepakatannya, para pemilik lahan bersedia membantu, tertuang usai pertemuan yang dilaksanakan Dinas PUPR Tanjungpinang bersama pihak terkait, tokoh masyarakat yang juga dihadiri Hj Rahma sebagai pimpinan rapat.

Pertemuan dilakukan di Aula Kantor Camat Tanjungpinang, Timur, Senin (5/11) siang kemarin. Masing-masing pihak hadir yang diwakili kepercayaannya. Dari Desmond Goh dihadiri Zulfakar dan PT Puji oleh Jasmanto.

Rahma menuturkan, masyarakat jangan salah mengerti, PT Puji itu juga bukan milik Rudi Chua. Melainkan pengusaha yang berbeda.

Menurutnya, Rudi Chua hadir sebagai anggota DPRD Kepri Dapil Tanjungpinang. Meskipun ada juga kaitannya dengan bisnis milik keluarganya yaitu Hotel Rainbow yang berada di
kawasan itu.

Dalam kesempatan itu, Rudi Chua menuturkan, hadir bukan mewakili Hotel Rainbow. Itu juga hal yang berbeda, meski demikian disinggung mengenai aliran air dari hotel tersebut,
ia mengaku tahu.

Maka, ia juga meminta ada solusi dari Pemko terkait aliran air dari hotel bisa langsung dialiri ke drainase yang tepat. Sekarang masih manual dengan memompa, ini dinilai kurang tepat.

Rahma menambahkan, Pemprov Kepri juga menyatakan siap  membantu penanganan banjir di kawasan itu. Pihaknya berencana akan membangun drainase.

Perwakilan Demond Goh yang dihadiri, Zulfakar menuturkan, bahwa tidak ada sengketa lahan di kawasan itu. Pihaknya diundang agar memberikan bantuan lahan bila diperlukan untuk pembangunan drainase. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here